PTDI dan Vela Aero luncurkan Taksi Udara Vela Alpha, Siap Beroperasi di 2028

InfoEkonomi.ID – Selain menampilkan mockup pesawat N219, NC212, dan CN235, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) turut menampilkan mockup taksi udara (air taxi) dalam gelaran Singapore Airshow di Changi Exhibition Centre.

Sarana transportasi masa depan anti-kemacetan untuk digunakan di kota-kota besar ini dinamai Vela Alpha.

- Advertisement -

Untuk diketahui, proyek ini digagas oleh Vela Aero, sebuah perusahaan startup yg bermulai di Indonesia sejak tahun 2020 dan memiliki visi untuk menjadi pionir dalam memberikan solusi mobilitas udara lanjut (advanced air mobility) di Indonesia.

Untuk mewujudkannya, pada tahun 2023 Vela Aero yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini melakukan kerja sama dengan PTDI.

- Advertisement -

“PTDI kerja sama dengan Vela Aero untuk mengembangkan air taxi, PTDI berkontribusi di aspek man hour untuk kegiatan engineering dan produksinya,” kata Anissa Carolina, Humas PTDI kepada Airspace Review (21/2).

“Ke depan PTDI dan Vela Aero akan melakukan co-partnering untuk produksi air taxi tersebut dan pengembangan lanjutannya. Untuk manufacturing-nya paling memungkinkan di fasilitas PTDI,” imbuh Annisa.

Vela Aero sendiri mempunyai target untuk menyelesaikan sertifikasi Vela alpha di tahun 2028 dan memasuki layanan di tahun yang sama.

Saat ini sudah memulai proses pra-aplikasi sertifikasi dengan DGCA, di mana PTDI sudah mengajukan uji laik terbang kepada Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan.

- Advertisement -

Dalam pembukaan hari pertama Singapore Airshow (20/2), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkesempatan meninjau miniatur Vela Alpha di stand PTDI.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Vela Alpha yang berkemampuan tinggal landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) ini cocok menjadi taksi udara yang beroperasi di kota besar.

Mengenai spesifikasi dan kinerjanya, Vela Alpha memiliki panjang 10,8 m, rentang sayap 13,1 m, dan tinggi 4,2 m. Pesawat diawaki satu pilot dengan empat penumpang dan maksimum muatan 456 kg.

Taksi udara yang memiliki berat tinggal landas maksimum (MTOW) 2.850 kg ini ditenagai sistem propulsi full electric berdaya 216 kWh atau hybrid powered berdaya 71 kWh.

Untuk kecepatan maksimumnya, Vela Alpha mencapai 250 km/jam. Sementara untuk jangkauannya, versi full electric (eVTOL) mencapai 100 km, dan versi hybrid (hVTOL) hingga 500 km.

Sebagai gambaran, taksi udara ini hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 8-10 menit, bila mengangkut penumpang dari Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Kecepatan itu melebihi durasi tempuh kereta bandara yang berkisar 44 menit, maupun kendaraan penumpang pribadi atau taksi yang membutuhkan minimal 60 menit dari tempat yang sama.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img