InfoEkonomi.ID – Perusahaan pembiayaan multiguna, PT Mandiri Utama Finance (MUF) berencana untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan dalam mata uang asing pada tahun ini.
Direktur Utama MUF, Stanley Setia Atmadja, menyatakan bahwa setelah memperoleh peringkat perusahaan pada tahun 2023, MUF bertujuan untuk mengeksplorasi diversifikasi sumber pendanaan melalui pinjaman dalam mata uang asing, baik dalam bentuk bilateral maupun sindikasi, pada tahun 2024.
“Tahun ini kami merencanakan pinjaman sindikasi sekitar Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan di tahun 2024,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).
Stanley mengungkapkan, hingga saat ini perusahaan belum memiliki pinjaman sindikasi baik dalam mata uang asing maupun rupiah. Sementara itu, di awal tahun ini telah memiliki permodalan yang kuat.
“Per akhir Januari 2024, MUF telah memiliki modal sebesar Rp 1,41 triliun dan pada akhir tahun 2024 ditargetkan berada pada angka Rp 1,85 triliun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Stanley menambahkan, seluruh pendanaan yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk menunjang penyaluran pembiayaan kepada nasabah.
“Pendanaan yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk menunjang penyaluran pembiayaan kepada nasabah dalam bentuk beragam lini produk pembiayaan yang ditawarakan MUF kepada calon nasabah, melalui berbagai saluran dan kanal pembiayaan yang tersedia dan dimiliki MUF,” tandasnya.
































