InfoEkonomi.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan keyakinannya terhadap ekonomi Indonesia yang akan terus tumbuh siapapun pemerintah barunya. Keyakinan ini timbul sejalan dengan riset yang menunjukkan puncak pertumbuhan ekonomi nasional akan terjadi di 2026.
“Indonesia siapapun pemerintah barunya itu akan memetik ekonomi yang sedang naik karena siklus ekonomi bottom-nya di covid sekarang sedang naik,” jelas Perry Warjiyo dalam pernyataan yang disampaikan kepada media di Padalarang pada Sabtu (3/2/2024).
Dia mengakui pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi berbagai hal, salah satunya kondisi global secara ekonomi maupun sosial politik. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan perlahan.
Di mana jika pada 2023, pertumbuhan ekonomi mencapai 5%, kemudian tahun ini diprediksi sebesar 5,1% dan tahun depan bisa naik hingga 5,2%. “Jadi akan naik. Kalau dulu bisa loncat tapi karena kondisi global naiknya agak pelan-pelan,” tegas dia.
Setelah pertumbuhan ekonomi mencapai puncaknya, kata Perry akan diikuti dengan sektor keuangan yang diprediksi menggapai puncak pada 2027. “Keuangan juga sehingga kredit akan terus naik, syukur sampai 12 persen dan tahun depan 12 sampai 13 persen sehingga akan naik terus,” tambah dia.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Firman Mochtar, mengungkapkan, pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut terutama ditopang oleh permintaan domestik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%. “Didukung permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk ibu kota nusantara (IKN),” jelas dia yang dilansir dari Liputan6.com.

































