InfoEkonomi.ID – PT BCA Syariah senantiasa berupaya menjaga ketat keamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.
Perseroan juga meyebutkan, seluruh strategi dan penerapan standar keamanan selalu dievaluasi dan di-update secara rutin dengan memperhatikan perkembangan keamanan siber dan transaksi digital.
”Di tengah maraknya kejahatan siber, pengamanan data menjadi perhatian utama kami,” kata Direktur Teknologi Informasi BCA Syariah, Lukman Hadiwijaya.
BCA Syariah pun menyiapkan sejumlah siasat agar nasabah aman bertransaksi secara digital dan terhindar dari risiko kejahatan siber.
BCA Syariah misalnya menerapkan pengamanan berlapis pada setiap transaksi. Terdapat penerapan rekognisi wajah (face recognition) dalam proses pembukaan rekening online.
Kemudian terdapat kode akses dan m-PIN dalam bertransaksi di mobile banking BCA Syariah. Komunikasi pun dilakukan secara terenkripsi menggunakan secure socket layer. Pada infrastruktur IT, BCA Syariah pun mempunyai fraud detection system.
“Ini berfungsi untuk melihat anomali ketidakwajaran,” ungkap Lukman.
Sistem ini akan memberikan perhatian pada transaksi mencurigakan misalnya transaksi nasabah dengan nominal yang besar di luar kebiasaan. Apalagi, sistem mendeteksi adanya penggantian perangkat atau device.
“Jangan-jangan mobile banking nasabah ini di-take over. Maka kita lihat anomali-anomali seperti itu. Kita gunakan sistem itu secara real time,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, BCA Syariah juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 yaitu standar internasional yang menetapkan spesifikasi untuk sistem manajemen keamanan informasi.
Sertifikasi yang diperoleh oleh BCA Syariah meliputi ruang lingkup penyediaan aplikasi program infrastruktur application programming interface (API) dan host to host network.
Dengan diterimanya sertifikasi ISO ini, menandakan komitmen yang kuat oleh BCA Syariah untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang sesuai dengan standar SNI ISO/IEC 27001:2013.
Selain infrastruktur bank, BCA Syariah pun terus berupaya mengedukasi nasabahnya melalui berbagai kanal seperti media sosial dan broadcast. Hal ini dilakukan sebab kejahatan siber kerap kali menyasar kelengahan nasabah seperti melalui social engineering.
Sebagai informasi, kemudahan layanan yang ditawarkan BCA Syariah berdampak pada jumlah transaksi selama semester pertama tahun 2023 mencapai 6 jutaan transaksi, di mana 63% transaksi nasabah dilakukan melalui mobile banking.
Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan transaksi layanan perbankan elektronik saat ini menjadi kebutuhan mutlak bagi nasabah. Oleh sebab itu, BCA Syariah secara berkelanjutan melakukan modernisasi layanan digital dengan mengembangkan berbagai fitur yang makin mudah diakses oleh nasabah, dilansir dari Neraca.co.id

































