PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG), mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang tahun buku 2025. Hal ini didukung oleh strategi bisnis yang adaptif serta pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri penjaminan.
Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun. Kinerja tersebut mencerminkan konsistensi operasional perusahaan yang sejak berdiri pada 1970 terus mencatatkan profitabilitas setiap tahunnya.
Dari sisi struktur keuangan, Jamkrindo mencatatkan total aset sebesar Rp30,86 triliun dengan ekuitas mencapai Rp13,84 triliun. Sementara itu, imbal jasa penjaminan bruto tercatat sebesar Rp7,12 triliun.
Seiring meningkatnya aktivitas penjaminan, beban klaim bruto juga mengalami kenaikan menjadi Rp6,6 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja secara keseluruhan dengan fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang disiplin.
Secara operasional, volume penjaminan Jamkrindo sepanjang 2025 mencapai Rp247,57 triliun dan telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi di seluruh Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menyampaikan bahwa capaian ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujar Abdul Bari di Jakarta.
Ia menambahkan, Jamkrindo terus memperluas akses pembiayaan melalui peningkatan kualitas layanan penjaminan serta penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan nasional.
“Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan ekosistem penjaminan, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Tidak hanya melalui penjaminan, Jamkrindo juga aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing. Program tersebut mencakup pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar, termasuk bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.
Upaya ini diperkuat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan komunitas secara berkelanjutan.
“Kami yakin dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas dan tumbuh secara mandiri,” tegas Abdul Bari.
Sebagai bentuk akuntabilitas, laporan keuangan konsolidasian Jamkrindo telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (anggota jaringan global RSM) dengan opini wajar tanpa modifikasian tertanggal 30 Maret 2026. Opini ini semakin memperkuat posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional di Indonesia.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

































