InfoEkonomi.ID – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat proyek pengerjaan Flyover Sekip Ujung yang berada di Simpang Jalan Sekip Ujung dan proyek jaringan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Palembang Sumatera Selatan.
Penandatanganan kontrak proyek ini sendir dilakukan pada 6 April 2022 lalu. Waskita meraih kontrak sebesar Rp168 miliar dan bekerjasama dengan PT. Ricky Kencana Sukses Mandiri. Proyek ini diproyeksikan akan selesai pada April 2024 mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, proyek jaringan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di Palembang Sumatera Selatan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau langsung lokasi proyek.
Dalam kunjungan tersebut Menteri PUPR juga didampingi oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Director of Operation III Waskita Karya.
“Meski pekerjaan dikebut, namun Waskita tetap memperhatikan kualitas dan mutu pekerjaan proyek,” tutur Director of Operation III Waskita.
“Di sini tim proyek mengandalkan penerapan BIM (Building Information Modeling).”
“Hal ini diterapkan tujuannya bisa mendeteksi adanya konflik di tahapan awal sebuah perencanaan, menghemat biaya serta bisa memastikan estimasi dan kebutuhan dari material, memiliki minimal risiko, serta tingkat kemampuan beradaptasi tinggi,” imbuhnya.
Saat ini pekerjaan proyek Flyover Sekip ujung telah mencapai progres 60,66 persen. Jembatan sepanjang 660 meter ini menghubungkan Jalan Basuki Rahmat dan Jalan R Soekamto di kawasan Simpang Jalan Sekip Ujung.
Proyek ini diharapkan memudahkan masyarakat yang ingin melintasi kawasan menuju kedua jalur tersebut.
Apresiasi terhadap proyek yang dikerjakan Waskita ini datang dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
“Flyover Sekip Ujung ini menjadi solusi terbaik untuk mengurai kemacetan yang terjadi selama ini di kawasan Jalan Simpang Sekip,” ujarnya.
Sementara itu, proyek IPAL Palembang Paket B2 B telah mencapai progres pekerjaan 91,89 persen.
Proyek yang membutuhkan waktu pekerjaan 1137 hari ini dipastikan akan rampung pada Desember 2023 yang dimana pembangunannya menggunakan dana APBN sebesar Rp191 miliar
Basuki menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk modernisasi pengelolaan air limbah.
“Pembangunan IPAL seperti ini adalah salah satu upaya modernisasi pengelolaan air limbah yang juga dilaksanakan di kota lainnya seperti Makassar, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru,” ungkap Basuki.
“Gubernur Sumatera Selatan menyatakan siap untuk menyelesaikan tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Kota dalam pembangunan Sambungan Rumah,” tandasnya.

































