InfoEkonomi.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom menargetkan kontribusi pendapatan bisnis digital tahun ini bisa tumbuh 20% dari sebelumnya hanya 11%. Dimana untuk memenuhi target tersebut, disampaikannya, perseroan akan terus mengembangkan platform bisnis digital untuk menangkap peluang pasar dan juga perbanyak investasi starup dari saat ini starup yang sudah dinvestasikan 70 starup.
”Kedepan, kita menargetkan kontribusi bisnis digital tembus 20% terhadap pendapatan Telkom,”kata Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid di Jakarta, kemarin.
Selain itu, lanjutnya, perseroan terbuka terhadap investor luar terhadap beberapa platform yang sudah dikembangkan Telkom dan beberapa inkubasi untuk bisa lebih besar lagi, seperti PaDi UMKM.
Sementara CEO PaDi UMKM, Jimmy Karisma Ramadhan menambahkan, pihaknya menargetkan penambahan nilai transaksi di semester kedua tahun ini sebesar Rp 4 triliun dari volume transaksi saat ini tembus Rp 7.5 triliun.
”Guna mengejar target tersebut, kita akan mendorong volume transaksi UMKM eksisting yang ada dibandingkan menambahkan lebih banyak mitra UMKM,”ungkapnya.
Sebagai informasi, PaDi UMKM yang berada bawah umbrella brand Leap-Telkom Digital (Leap) terus memacu pertumbuhan bisnisnya. Hadirnya PaDi UMKM sebagai e-commerce pengadaan produk barang dan jasa secara Business to Business (B2B), memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mewujudkan mimpi memperoleh akses jaringan pasar yang lebih luas serta membuka jalan bagi para pelaku UMKM di tanah air untuk dapat melakukan transaksi dengan berbagai BUMN.
PaDi UMKM merupakan bagian dari upaya Telkom untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat agar dapat mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Tidak hanya PaDi UMKM, Leap Telkom Digital juga memayungi berbagai produk dan layanan digital lain.
Kata Jimmy, PaDi UMKM juga menjadi upaya Telkom membuat para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dapat lebih sejahtera, sekaligus mendorong adopsi digital yang berimbas pada peningkatan kemampuan digital masyarakat agar terciptanya kedaulatan digital di Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 2023 PaDi UMKM mencatatkan nilai total transaksi Rp7,5 triliun dari lebih 340 ribu transaksi di 100 ribu UMKM. Nilai transaksi tersebut tidak hanya berasal dari BUMN, tetapi juga dari luar BUMN (swasta) yang terdaftar di platform PaDi UMKM.
Sementara sepanjang tahun 2022, total nilai transaksi UMKM di PaDi UMKM mencapai lebih dari Rp5 triliun, mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan nilai transaksi Rp1,8 triliun pada 2021 dan Rp172 miliar pada 2020.
Hasil positif tersebut dipicu oleh berbagai fitur yang memudahkan pelaku UMKM dalam bertransaksi di platform PaDi UMKM. Misalnya fitur Invoice Financing yang membantu pendanaan modal usaha UMKM, fitur Request for Quotation (RFQ) yang memberikan kemudahan dalam membantu UMKM memenuhi permintaan kebutuhan barang atau jasa secara sekaligus dalam satu proses sistem digital yang difasilitasi oleh PaDi UMKM.
































