PLN NP Sediakan 60 Ribu Ton FABA untuk Bangun Infrastruktur di IKN

InfoEkonomi.ID – PLN Nusantara Power (PLN NP) menyalurkan dukungan perwujudan Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur lewat pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) untuk pembangunan infrastruktur.

Melalui Unit Pembangkit (UP) Kaltim Teluk, PLN NP akan memasok sebanyak 60 ribu ton FABA yang rencananya akan digunakan sebagai bahan campuran dalam pembangunan berbagai infrastruktur menuju IKN.

- Advertisement -

Penegasan komitmen PLN NP itu dituangkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan lain untuk memanfaatkan FABA pada pembangunan seperti jembatan hingga jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara.

“Pemanfaatan FABA dari PLN NP akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan dan beberapa tol menuju IKN. PLN NP berkomitmen akan menyediakan 60.000 ton FABA yang siap dipasok guna menunjang IKN,” ucap Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (11/8).

- Advertisement -

Pemanfaatan FABA itu, antara lain untuk pembangunan proyek tol sejauh 6,7 km yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan total kebutuhan FABA 30.000 ton. Serta, pembangunan pelindung tumbukan kapal (fender) jembatan Bentang Panjang Pulau Balang yang membutuhkan 5.000 ton FABA.

Selain itu, sebanyak 15.000 ton FABA akan terserap dalam proyek duplikasi jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, dan 10.000 ton lainnya untuk kebutuhan proyek jalan tol IKN segmen Karangjoang-KKT Karingau.

Dalam implementasi di lapangan, Ruly menambahkan pemanfaatan FABA juga akan memberdayakan masyarakat sekitar dengan menggandeng usaha kecil menengah (UMKM) pada transportasi dari PLTU menuju lokasi IKN.

“Sebagai upaya dalam percepatan mewujudkan Ibu Kota Negara, PLN Nusantara Power melalui unit pembangkit terdekat ke IKN (Kaltim Teluk) siap berkontribusi dalam menyediakan FABA yang nantinya akan digunakan sebagai pekerjaan konstruksi dan infrastruktur,” kata Ruly.

- Advertisement -

Asal tahu saja, FABA adalah material sisa dari proses pembakaran batu bara. Secara fisik, FABA berbentuk seperti debu halus yang mirip dengan abu dari gunung berapi. Perbedaannya terletak pada tingkat kehalusan, dimana tekstur FABA sedikit lebih halus jika dibandingkan dengan abu vulkanik.

Sedangkan perbedaan antara fly ash dan bottom ash terletak pada ukuran dan karakteristiknya. Walaupun sama-sama berasal dari hasil proses pembakaran batu bara, tetapi bottom ash memiliki ukuran yang lebih besar daripada fly ash, sehingga bottom ash disebut sebagai abu yang terendapkan dan fly ash disebut sebagai abu terbang.

Pemanfaatan FABA yang paling memungkinkan secara keekonomian, tutur Ruly, adalah untuk bahan konstruksi. Hal tersebut jadi salah satu pemantik PLN untuk mendorong pemanfaatannya, bukan untuk perusahaan tapi untuk masyarakat.

“Selain sebagai salah satu strategi mencapai target karbon netral pada tahun 2060, pemanfaatan FABA telah menjadi sumber daya ekonomi sirkuler untuk dioptimalkan bagi kemaslahatan bersama,” jabarnya.

UP Kaltim Teluk yang berlokasi di Kota Balikpapan dan berkapasitas 2×110 MW itu sendiri menghasilkan fly ash harian sebesar 200 ton/hari dan bottom ash harian sebesar 50 ton/hari. Target persentase penggunaan FABA untuk IKN dari UP Kaltim Teluk mencapai 70% dari total FABA yang dihasilkan.

FABA yang dihasilkan UP Kaltim Teluk sendiri telah dimanfaatkan sebagai bahan untuk penetralisir lahan asam pada area pertanian. Sebanyak 1.179 ton FABA telah dijadikan bahan penetralisir untuk lahan seluas 393 hektar yang bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img