Masuki Bisnis Pembiayaan, Akseleran Janji Bakal Bagi Dividen

InfoEkonomi.ID – Meski masih membukukan rugi tiga tahun terakhir, namun kondisi tersebut tidak surut membuat PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk atau Akseleran untuk segera listing di pasar modal.

Direktur Utama Akseleran, Ivan Nikolas mengatakan, perseroan menargetkan masuk ke zona laba pada kuartal IV 2023 dengan ditopang rencana masuk lini bisnis baru yakni pembiayaan. Dimana dengan memasuki bisnis pembiayaan melalui akuisisi Pratama Finance setelah IPO akan menjadi batu loncatan atas kinerja.

- Advertisement -

”Kami targetkan kuartal IV telah profit, bahkan tahun 2024 akan membukukan laba Rp150 iliar hingga Rp160 miliar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jika tersebut tercapai, kata dia, maka nilai laba bersih tersebut dapat membalikan kondisi defisit saat ini Rp124 miliar menjadi saldo laba pada tahun 2024.

- Advertisement -

“Dengan telah tercapai saldo laba, maka dalam RUPST tahun buku 2024 pada tahun 2025 kami akan mengusulkan dividen dengan rasio pembayaran maksimal 40%,” jelas dia.

Dia merinci, Akseleran berhasil memperoleh pertumbuhan pendapatan yang sehat dan konsisten dengan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata sebesar 129% per tahun, sedangkan pertumbuhan pengeluaran operasional rata-rata tidak lebih dari 50% di 3 tahun terakhir.

“Pada tahun 2022, Group Akseleran mencatat pendapatan bersih sebesar Rp71,4 miliar, dengan rata-rata tingkat net take rate dari setiap penyaluran pinjaman sebesar 8,73% per tahun,” jelas dia.

Lebih jauh dia menerangkan, dengan hadirnya lini bisnis pembiayaan maka penyaluran pinjaman dengan jumlah ticket size pinjaman per penerima pinjaman yang lebih besar serta melayani segmen yang lebih luas.

- Advertisement -

“Ini akan menjadi game changer untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman serta kinerja keuangan ke depannya. kami menargetkan untuk bisa terus menumbuhkan penyaluran pinjaman lebih dari 2x per tahun dalam 3 tahun ke depan,” kata Ivan

Untuk diketahui, Akseleran akan menggunakan dana hasil IPO- untuk pengembangan atau ekspansi usaha perseroan, antara lain sekitar Rp36,5 miliar digunakan perseroan untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan multifinance PT Pratama Interdana Finance (PIF), kemudian sekitar Rp200 miliar diantaranya akan disalurkan untuk penyetoran tambahan modal kepada PIF dalam bentuk ekuitas. Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja.

Sumber: Neraca.co.id

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img