InfoEkonomi.ID – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen menjaga akses barang kebutuhan pokok (bapok) bagi masyarakat di berbagai situasi.
Untuk itu, tim dari Kemendag meninjau pelaksanaan pasar murah di Buleleng dan Denpasar, Bali. Pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bapok dengan harga terjangkau.
“Saya meninjau pelaksanaan pasar murah di Bali. Mudah-mudahan dengan ini, masyarakat bisa terbantu mendapatkan bapok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan mudah. Namun, sebetulnya saat ini harga-harga bapok di pasar pun stabil dan pasokan banyak. Masyarakat silakan belanja ke pasar,” kata Zulkifli.
Pada pasar murah di Buleleng, disediakan 250 paket bapok yang terdiri atas beras 5 kilogram (kg), gula 1 kg, dan MINYAKITA 1 liter. Beras dijual dengan harga Rp 43.000/5 kg, gula Rp13.500/kg, dan MINYAKITA Rp14.000/liter. Tersedia 1,35 ton beras, 300 kg gula, dan 360 liter MINYAKITA.
Setelah meninjau pasar murah di Buleleng, Zulkifli melanjutkan kegiatan peninjauan pasar murah diDenpasar, Bali.
Pada titik ini, tersedia 150 paket bapok yang terdiri atas beras 5 kg, gula 1 kg, dan MINYAKITA 1 liter. Beras dijual dengan harga Rp41.500/5 kg, gula Rp13.500/kg, dan MINYAKITA Rp14.000/liter. Pada pasar murah di Denpasar, pasokan yang disediakan adalah 850 kg beras, 200 kg gula, dan 240 liter MINYAKITA.
Di kedua titik pasar murah tersebut, Kemendag bekerja sama dengan Perum Bulog dan PT Sentana Prima Unggul yang merupakan perusahaan pengepak dan distributor minyak goreng.
Zulkifli pun mengungkapkan, pemerintah terus berkomitmen memastikan harga-harga bapok stabil di semua daerah.
“Memang saya keliling ke daerah, ke mana-mana mengecek agar harga-harga bapok di mana pun berada itu tidak berbeda dengan daerah-daerah lain,” ungkap Zulkifli.
Sebelumnya, saat di Ambon, Zulkifli pun mengungkapkan stok barang bapok di Kota Ambon, Maluku menjelang Idul Adha terpantau melimpah sehingga harganya stabil.
“Harga bapok di Kota Ambon saat ini terpantau stabil dengan stok melimpah,” ungkap Zulkifli.
Adaun harga bapok dibandingkan bulan lalu (16/5) terpantau stabil. Tercatat beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, beras medium Bulog Rp13.000/kg, gula pasir Rp15.000/kg, MINYAKITA Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp18.000/liter, daging sapi Rp120.000/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, serta tepung terigu Rp13.000/kg.
Sedangkan komoditas bapok yang harganya terpantau turun yaitu telur ayam ras menjadi Rp33.600/kg dan bawang merah menjadi Rp40.000/kg. Namun, ada komoditas bapok yang saat ini harganya naik yaitu cabai rawit merah keriting Rp60.000/kg, cabai rawit merah Rp45.000/kg, serta bawang putih honan Rp45.000/kg.
“Kalau di Pulau Jawa cabai rawitnya lebih mahal, cabai keriting lebih murah. Kalau di sini, cabai rawit lebih murah, tapi cabe keriting lebih mahal,” imbuh Zulkifli.
Zulkifli juga menyampaikan, untuk menjagastabilitas harga bapok di musim paceklik, perlu dijaga stoknya.
“Untuk menjaga harga bapok saat paceklik, perlu menjaga pasokan. Kalau barangnya banyak, harganya pasti turun. Kalau barangnya tidak ada, harganya pasti naik,” ungkap Zulkifli.
Lebih lanjut dalam menyambut Idul Adha, atau biasa disebut Idul Kurban, maka Badan Karantina Pertanian (Barantan) telah menyiapkan Instalasi Karantina Hewan (IKH) dibeberapa Provinsi, diantaraya di Sumatera Utara seperti yang telah disiapkan oleh Karantina Pertanian Belawan.
Barantan melalui Karantina Pertanian Belawan memastikan kesehatan hewan sapi yang sudah tersedia menjelang hari raya Iduladha, dengan melakukan monitoring dan pengawasan langsung ke kandang pemilik PT. Lembu Andalas Langkat.
“Kami harus memastikan hewan sapi yang tersedia di Instalasi Karantina Hewan (IKH) milik PT. Lembu Andalas Langkat dalam keadaan sehat menjelang Iduladha berserta kelayakan IKHnya,” ujar Kepala Karantina Pertanian Belawan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Lenny Hartati Harahap.
Menurut Lenny, ketentuan persyaratan IKH sesuai dengan Permentan nomor 70 tahun 2015 harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis dengan kajian resiko yang didasarkan pada status dan stuasi hama penyakit hewan Karantina (HPHK) serta jarak populasi rentan dengan lokasi IKH.
Sementara itu, Kepala Barantan, Bambang mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi ke petugas karantina pertanian untuk meningkatkan kewaspadaan selama 24 jam mengawasi pemasukan dan pengeluaran produk pertanian baik pergerakan antar area maupun ekspor dan impor.
“Tidak kita nafikan memanfaatkan situasi bulan Ramadhan ini, pasti ada oknum oknum yang berusaha mencari keuntungan, apalagi jika meyangkut kebutuhan pokok,” tegas Bambang.
Bambang menambahkan tugas Karantina Pertanian selain mengawasi lalu lintas produk pertanian juga melakukan pengawasan keamanan mutu pangan agar aman dikonsumsi masyarakat.
“Alhamdulillah tidak ada laporan upaya upaya pemasukan illegal dan ketersediaan bahan pangan pokok mencukupi baik daging ataupun sayuran,” kata Bambang.
Bambang pun menegaskan Barantan berkewajiban menjamin kelancaran dan ketersediaan hewan qurban yang sehat dan aman bagi masyarakat. Pentingnya pos-pos penjagaan di setiap wilayah dan pembentukan gugus tugas untuk memperketat pengawalan dan pengawasan lalu lintas hewan ternak sapi, kambing, dan domba untuk keperluan qurban.
“Menjadi tanggung jawab Barantan untuk menjaga pulau-pulau yang masih bebas PMK (penyakit mulut dan kuku). Barantan akan memfasilitasi kelancaran dan kemudahan lalu lintas hewan ternak menjelang Idul Adha namun tetap sesuai dengan koridor peraturan dan undang-undang,” tegas Bambang, dilansir dari Neraca.co.id
































