InfoEkonomi.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengatakan bahwa di akhir tahun 2022 lalu, terdapat pertumbuhan dari penyaluran pembiayaan griya atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Anton Sukarna selaku Direktur Sales & Distribution BSI memaparkan bahwa, per Desember 2022 lalu BSI telah menyalurkan pembiayaan griya yang mencapai angka Rp48,07 triliun atau tumbuh 14,39% secara year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya.
“BSI optimis tahun ini pertumbuhan pembiayaan KPR Griya tumbuh dobel digit dari tahun sebelumnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Anton menuturkan, pihaknya juga terus menyiapkan strategi pembiayaan yang berfokus pada segmen nasabah yang berkualitas, baik dari sisi kapabilitas finansial maupun optimalisasi pembiayaan individu.
“Perseroan optimis jumlah permintaan pasar akan terus meningkat mengingat mobilitas sudah normal dan kebutuhan masyarakat akan hunian terus tinggi,” tuturnya.
Dikatakan Anton, di awal tahun ini pihaknya memberikan margin pembiayaan setara dengan 2,22% efektif per tahun (fixed 1 tahun). Sementara di tahun berikutnya akan disesuaikan dengan margin pembiayaan yang berlaku saat ini di BSI.
“Adapun transparansi penyampaian margin ini disampaikan oleh bank yang dituangkan saat akad pembiayaan yang disepakati oleh nasabah dan pihak Bank Syariah Indonesia,” katanya.
Anton mengungkapkan, BSI tidak mengenal penerapan bunga floating yang merupakan perhitungan bunga yang besarannya bisa berubah-ubah sewaktu-waktu sesuai dengan suku bunga acuan yang diterbitkan Bank Indonesia.
“Nasabah mengetahui kewajiban yang harus dibayarkan, sehingga dapat mengatur keuangan hingga jangka panjang,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa untuk BSI sendiri penerapan tarif menggunakan perhitungan internal base financing rate (BFR) dan tidak mengacu kepada bank konvensional, dikutip dari Kontan.
































