Dorong Pertumbuhan Kinerja, BSI Terus Optimalkan Ekosistem Keuangan Syariah

InfoEkonomi.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berkomitmen memberikan produk inovatif dan layanan yang terbaik bagi nasabah. Dengan menjadi mitra yang terpercaya bagi nasabah serta menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, perusahaan telah membuat pencapaian luar biasa selama satu tahun setengah terakhir pasca merger. Ia berharap BSI untuk terus memberikan produk, layanan, dan inovasi terbaik bagi nasabah dan masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.

- Advertisement -

“BSI akan terus berupaya untuk mengintegrasikan sejumlah layanan dan produk perbankan ke dalam inovasi digital yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai solusi keuangan syariah tanpa harus ke kantor cabang,” kata Hery dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (16/12).

Per September 2022, pengguna BSI Mobile mencapai 4,44 juta atau naik sebesar 43% yoy. Jumlah pengguna yang semakin meningkat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke e-channel BSI Mobile, ATM maupun Internet Banking.

- Advertisement -

“Profil nasabah BSI sebanyak 97% telah beralih menggunakan e-channel untuk beraktivitas perbankan,” terang Hery.

Transaksi kumulatif BSI Mobile mencapai 187,20 juta transaksi dan berkontribusi terhadap fee based income sebesar Rp173 miliar. Berbagai fitur terus dikembangkan untuk mendorong aktivasi BSI Mobile seperti buka rekening online, top up e-wallet, pembiayaan multiguna online bagi ASN, layanan ZISWAF, Tarik tunai dan layanan emas.

Menurut Hery, berbagai penghargaan yang diperoleh sepanjang tahun 2022 akan makin mendorong BSI untuk bekerja keras mewujudkan visi menjadi salah satu dari 10 bank Syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar di tahun 2025.

Pasca suksesnya gelaran merger tahun lalu, BSI loncat menjadi bank nomor 7 di antara seluruh bank di Tanah Air berdasarkan total aset. Pada 2022, posisi BSI meningkat menjadi bank terbesar ke-6 di Indonesia dari sisi aset.

- Advertisement -

Hingga akhir September tahun ini aset BSI tercatat mencapai Rp 280 triliun, meningkat nyaris 20% kurang dari dua tahun pasca merger. Pada kuartal pertama 2021, pertama kali BSI melaporkan kinerja konsolidasi pasca merger dengan catatan aset Rp 234,43 triliun.

Dari sisi permodalan, BSI juga tumbuh semakin besar menjadi senilai Rp 25,61 triliun, teratas di antara bank syariah di Indonesia. Dengan permodalan dan aset yang kian membesar, perseroan pun sudah siap bersaing di pasar global.

Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, BSI membukukan laba bersih Rp 3,21 triliun, naik 42nding periode yang sama tahun sebelumnya. Ke depan, BSI diperkirakan dapat tumbuh semakin besar karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

“BSI akan terus mengoptimalkan peluang bisnis dalam ekosistem keuangan Islam agar mampu mendorong pertumbuhan laba dan kinerja BSI. Dengan demikian, kami dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan pemerintah,” terangnya.

Kinerja positif ini juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 245,18 triliun, tumbuh 11,86gan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito.

Posisi terbanyak didominasi oleh jenis tabungan wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses di mana pun dan kapan pun.

“Dari sisi bank juga memberikan dampak positif bagi perseroan dari sisi efisiensi bagi hasil,” pungkasnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img