Selasa, Juni 25, 2024
spot_img

Indonesia Target Ekspor Industri Furnitur USD 5 Miliar

InfoEkonomi.ID – Kementerian Perindustrian turut berperan untuk memenuhi kebutuhan industri terhadap ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Sebab, SDM terampil menjadi salah satu kunci dalam upaya meningkatkan produktivitas dan menciptakan inovasi di sektor industri.

“Dengan didukung SDM yang andal, tentunya industri kita semakin berdaya saing global. Pada ujungnya, apabila kinerja sektor industri jadi lebih baik, akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan di Jakarta, Selasa (1/11).

- Advertisement -

Kepala BPSDMI menegaskan, pengembangan SDM menjadi bagian dari program prioritas pemerintah saat ini. Langkah strategis yang ditempuh, di antaranya adalah pelaksanaan pelatihan dan pendidikan vokasi, termasuk menjalin kerja sama dengan sektor industri.

“Kami telah memiliki sejumlah unit pendidikan vokasi yang meliputi 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, dan 9 SMK. Selain itu, terdapat 7 Balai Diklat Industri (BDI), yang semuanya di bawah naungan BPSDMI Kemenperin, dan tersebar di beberapa provinsi Indonesia,” sebutnya.

- Advertisement -

Arus mengemukakan, salah satu unit pendidikan vokasi Kemenperin yang berada di wilayah kawasan industri adalah Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka). Kampus yang berdiri di atas lahan seluas 19.000 m2 berada di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

“Pembangunan Polifurneka ini dalam rangka menjawab kebutuhan industri furnitur dalam ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Apalagi, industri furnitur memerlukan suatu inovasi produk dan desain yang menarik sehingga bisa berdaya saing di pasar domestik hingga ekspor,” paparnya.

Kemenperin mencatat, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri furnitur mencapai 562 ribu orang pada tahun 2020, dan akan meningkat jadi 645 ribu orang di tahun 2025. “Oleh karenanya, kami telah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahan furnitur agar para lulusan Polifurneka Kendal bisa langsung bekerja atau terserap di industri,” jelas Arus.

Polifurneka Kendal yang beroperasi sejak tahun 2018 ini merupakan rintisan dari kerja sama pemerintah Indonesia dan Singapura. Kemitraan ini termasuk dalam upaya pembangunan Kawasan Industri Kendal. Selain itu, dalam penerapan model pendidikan di Polifurneka Kendal, Indonesia menggandeng SECO Swiss untuk mengimplementasikan model dual system berbasis kompetensi.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img