Tembus 84 Km dan 48 Stasiun! MRT Jalur Cikarang–Balaraja Siap Bangkitkan Aksesibilitas Jabodetabek

Setelah pembangunan MRT Lin Utara – Selatan Fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI, kini PT MRT Jakarta (Perseroda) sedang membangun fase 2A dari Bundaran HI hingga Kota. Pengembangan jaringan MRT Jakarta terus dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan integrasi serta interkoneksi transportasi publik di kawasan aglomerasi Jabodetabek. MRT Lin Timur—Barat yang menghubungkan Balaraja, Banten hingga Cikarang, Jawa Barat menjadi proyek berikutnya.

MRT Lin Timur—Barat ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 203 Tahun 2022 tentang Penetapan Trase Jalur Mass Rapid Transit Koridor Timur Barat Cikarang Balaraja. Keputusan ini ditetapkan pada 25 Oktober 2022 lalu. Jalur sepanjang sekitar 84 kilometer ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Permenko Ekonomi Nomor 16 Tahun 2025.

Dalam rute sepanjang 84 kilometer tersebut, MRT Lin Timur—Barat direncanakan akan memiliki 48 stasiun. Pembangunan jalur ini dilakukan secara bertahap, yaitu Fase 1 Tahap 1, Fase 1 Tahap 2, Fase 2 (sisi Banten dan sisi Jawa Barat).

MRT Lin Timur—Barat Fase 1 Tahap 1

Pada tahap ini, jalur akan membentang dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Kota Bekasi, sepanjang 24,5 kilometer dengan 21 stasiun. Desain stasiun dan jalan rel akan memadukan jalur layang, bawah tanah, dan fasilitas di permukaan tanah (at-grade). Jalur layang mencakup kawasan Tomang–Grogol serta Cempaka Baru–Medan Satria. Sementara itu, jalur bawah tanah akan membentang dari Roxy hingga Galur. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan akses depo dan depo di kawasan Rorotan.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini dibagi ke dalam paket-paket kontrak yang mencakup pekerjaan konstruksi, sistem perkeretaapian, hingga pengadaan Kereta, dengan rincian paket pekerjaan sebagai berikut

CP101: Tomang—Grogol (2 stasiun layang) ,

CP102: Grogol—Petojo (1 stasiun bawah tanah),

CP103: Petojo—Thamrin (2 stasiun bawah tanah),

CP104: Thamrin—Kwitang (tiga stasiun bawah tanah),

CP105: kwitang—Cempaka Baru (2 stasiun bawah tanah),

CP106: Cempaka Baru—Pakulonan Timur (4 stasiun layang), CP107: Pakulonan Timur—Cakung Barat (4 stasiun layang), dan

CP108: Cakung Barat—Medan Satria (3 stasiun layang).

CP109: Akses menuju Depo dan Infrastruktur Depo

CP201: pengadaan rolling stock sebanyak 44 rangkaian kereta, dengan setiap rangkaian terdiri atas delapan kereta

CP202: fasilitas operasi, sistem perkeretaapian, dan pekerjaan jalan rel.

Dengan target angka keterangkutan hingga 284.900 penumpang per hari, MRT Lin Timur—Barat Fase 1 Tahap 1 diharapkan dapat memperluas pilihan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara Jakarta, Bekasi, dan kawasan sekitarnya.

Pembangunan Fase 1 Tahap 1 ini didukung dengan pembiayaan bersama (co-financing) dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB) melalui skema three sub-level agreement. Skema ini melibatkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Bappenas sebagai executing agency, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai sub-implementing agency.

Saat ini, untuk Segmen Thamrin–Kwitang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan proses persiapan pembebasan lahan dan koordinasi dengan para pemilik lahan terkait yang diperlukan untuk berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk fasilitas CTVT (cooling tower ventilation tower) dan entre stasiun.

Proses tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur MRT Lin Timur-Barat.

Ke depan, kehadiran MRT Lin Timur—Barat akan menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik yang semakin terintegrasi, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat lintas wilayah secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img