Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses terhadap pendampingan usaha. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menggandeng perguruan tinggi untuk menyediakan layanan konsultasi bisnis yang dapat membantu pelaku IKM mengatasi berbagai tantangan dalam upaya mengembangkan usahanya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya Kemenperin membangun sinergi lintas sektor dalam memperkuat struktur industri nasional. Perguruan tinggi memiliki sumber daya, keahlian, serta basis ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat melengkapi berbagai program pembinaan industri yang dijalankan pemerintah.
“Mitra kolaborasi tentunya memiliki pandangan, pengalaman, sumber daya, dan solusi tersendiri yang dapat saling melengkapi agar program-program Kemenperin menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” kata Menperin dalam keterangannya, Rabu (30/9).
Menperin meyakini kolaborasi Kemenperin dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi IKM dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri. Berdasarkan data BPS, kontribusi PDB IKM terhadap industri pengolahan nonmigas pada triwulan II tahun 2026 mencapai 21,07 persen. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja IKM pada Februari 2026 tercatat sebanyak 13,06 juta orang. Adapun jumlah IKM mencapai 4,44 juta unit usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Besarnya jumlah unit usaha dan tenaga kerja tersebut, menunjukkan bahwa sektor IKM memiliki peran yang strategis dalam memacu perekonomian nasional. Namun demikian, pelaku IKM masih menghadapi beragam tantangan dalam mengembangkan bisnis, mulai dari aspek produksi, pemasaran, manajemen, hingga keuangan.
Selain itu, luasnya persebaran IKM di berbagai wilayah menyebabkan pembinaan secara tatap muka belum dapat menjangkau seluruh pelaku usaha secara optimal. Tantangan tersebut juga berkaitan dengan tingkat pendidikan pelaku industri kecil. Data BPS tahun 2025 menunjukkan sebanyak 11,41 persen pelaku industri kecil tidak menyelesaikan pendidikan SD, sebanyak 32,33 persen merupakan lulusan SD, 21,42 persen lulusan SMP/sederajat, dan 29,59 persen lulusan SMA/sederajat.
Di sisi lain, persebaran sentra industri kecil tidak selalu berdekatan dengan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kemenperin memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi agar kepakaran akademisi dapat semakin mudah diakses oleh pelaku IKM.
“Dengan perbedaan persebaran perguruan tinggi sebagai center of excellence ataupun pusat inovasi dengan IKM sebagai pusat kegiatan ekonomi, maka perlu ada mekanisme untuk bisa mempertemukan antara IKM dan perguruan tinggi. Dengan demikian, IKM bisa mendapatkan akses untuk meningkatkan kompetensi serta inovasi dan teknologi sehingga bisa lebih berdaya saing,” tegas Menperin.
Konsultasi Gratis
Sebagai implementasi kolaborasi tersebut, mulai 22 September 2026, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bekerja sama dengan lima perguruan tinggi, yakni ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Mentor Hub, layanan konsultasi gratis secara daring bagi pelaku IKM. Mentor Hub merupakan fitur baru pada web-app Smart Sentra yang dikelola oleh Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan. Fitur ini dapat diakses pada tautan berikut: https://smartsentra.kemenperin.go.id/mentor-hub.
Melalui layanan ini, pelaku IKM dapat memilih mentor sesuai dengan kebutuhan dan persoalan bisnis yang dihadapi. Setelah mengisi formulir pengajuan dan mendapatkan persetujuan mentor, pelaku IKM dapat mengikuti sesi konsultasi selama 30 menit sesuai jadwal mentor yang dipilih.
“Jadi, IKM punya akses tenaga mentor ahli dari mitra perguruan tinggi kami yang siap bertukar pikiran dan memberikan solusi terhadap permasalahan bisnis IKM. Akademisi memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman yang sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis serta menyelesaikan berbagai kendala usaha IKM,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita pada kick-off layanan Mentor Hub Smart Sentra.
Dirjen IKMA menjelaskan, layanan Mentor Hub dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih setara kepada pelaku IKM di berbagai daerah. Pelaksanaan konsultasi secara daring memungkinkan pelaku IKM memperoleh solusi bisnis, masukan strategis, dan pendampingan berkualitas tanpa terkendala jarak, cukup dengan perangkat elektronik dan sambungan internet.
“Kami berharap Mentor Hub dapat menjadi solusi alternatif bagi IKM untuk menjawab tantangan pengembangan bisnis mereka. Dengan menghadirkan sosok mentor, IKM tidak hanya mendapatkan ilmu dari tenaga ahli pada bidangnya, namun juga bisa mendapatkan program pengembangan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan personal sesuai kondisi bisnis masing-masing,” kata Reni.
Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyampaikan, saat ini terdapat 29 mentor dari lima perguruan tinggi yang terlibat dalam layanan tersebut. Selama periode uji coba pada September 2026, sebanyak 45 sesi konsultasi telah dilaksanakan melalui Mentor Hub.
Dari pelaksanaan uji coba tersebut, terdapat empat bidang yang paling banyak dikonsultasikan oleh pelaku IKM, yakni desain produk, branding, pemasaran, dan strategi bisnis. Temuan dari proses konsultasi tersebut sekaligus dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang program pembinaan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Konsultasi IKM ini tentunya juga menjadi masukan bagi kami untuk penyempurnaan layanan, dan juga menjadi insight untuk lebih memahami dan menyiapkan kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Budi.
Ke depan, Ditjen IKMA akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Mentor Hub, sekaligus memperluas kolaborasi dengan menambah mitra perguruan tinggi dan tenaga pengajar. Kemenperin juga akan mengeksplorasi bentuk kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi untuk memperkuat pembinaan IKM.
Dengan potensi lebih dari 8.300 anggota Smart Sentra, layanan Mentor Hub diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan sekaligus menjadi salah satu akselerator peningkatan kapasitas dan daya saing IKM nasional.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































