Bea Cukai Morowali turut mendukung pengembangan industri hilirisasi kelapa di Kabupaten Morowali melalui pelayanan kepabeanan atas pemasukan berbagai kebutuhan pembangunan pabrik PT Freenow Food Industry. Dukungan tersebut ditandai dengan kehadiran Bea Cukai Morowali dalam peresmian pabrik hilirisasi kelapa yang dilaksanakan pada Senin (07/09) di Desa Tofogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.
Dalam mendukung pembangunan proyek industri tersebut, Bea Cukai Morowali telah melayani 38 dokumen impor dengan total nilai barang lebih dari Rp158 miliar. Barang impor tersebut digunakan untuk menunjang pembangunan dan operasional pabrik, antara lain bahan bangunan prefabrikasi, conveyor, kendaraan, serta berbagai mesin yang dibutuhkan dalam proses produksi.
Kehadiran fasilitas pengolahan kelapa ini menjadi bagian dari perkembangan industri di Morowali yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan sektor pertambangan yang pesat, khususnya industri nikel. Pengembangan industri berbasis komoditas perkebunan diharapkan dapat turut memperluas diversifikasi kegiatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui proses pengolahan di dalam negeri.
Dari sisi kepabeanan, pelayanan terhadap kebutuhan pembangunan industri merupakan bagian dari upaya Bea Cukai dalam mendukung kelancaran arus barang sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Melalui pelayanan dan fasilitas fiskal sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Bea Cukai memberikan dukungan agar kebutuhan barang untuk pembangunan dan pengembangan industri dapat dipenuhi secara lancar.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Adeltus Lolok, mengungkapkan bahwa Bea Cukai akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri di Morowali melalui pelayanan kepabeanan dan fasilitas fiskal yang tersedia.
“Bea Cukai akan terus memberikan dukungan berupa pelayanan dan fasilitas fiskal agar investasi dan industri dapat terus berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Morowali,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT FreeNow Food Industry, Mr Zhang Kai, menyampaikan apresiasi atas pelayanan impor yang diberikan Bea Cukai Morowali selama proses pembangunan pabrik. Menurutnya, pelayanan tersebut turut mendukung kelancaran pemasukan berbagai kebutuhan pembangunan sehingga proyek hilirisasi kelapa dapat berjalan dengan baik.
Pabrik hilirisasi kelapa PT FreeNow Food Industry diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan industri pengolahan komoditas perkebunan di Morowali. Selain memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa, pengembangan industri tersebut berpotensi membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi baru yang melibatkan pelaku usaha dan rantai pasok di sekitar kawasan industri.
Melalui dukungan pelayanan kepabeanan dan pemanfaatan fasilitas yang tersedia sesuai ketentuan, Bea Cukai Morowali berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran pembangunan dan pengembangan industri di wilayah Morowali. Upaya tersebut sejalan dengan peran Bea Cukai dalam memberikan pelayanan kepabeanan yang mendukung kelancaran perdagangan dan kegiatan investasi di Indonesia.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































