Kementan Perkuat Pengawasan Mutu Pakan di Kaltim, Dorong Peternak Mandiri Formulasi Pakan Lokal

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat fondasi pembangunan peternakan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pakan. Penguatan kompetensi pengawas mutu pakan dan peternak menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pakan yang berkualitas, meningkatkan produktivitas ternak, serta mendukung pengembangan industri peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) bagi Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) dan petugas pakan di Samarinda, serta Bimtek Manajemen Formulasi Pakan bagi peternak di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 Pengawas Mutu Pakan (Wastukan) dan petugas pakan dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur serta 15 peternak dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui peningkatan kapasitas ini, Kementan mendorong pengawasan mutu pakan yang semakin efektif sekaligus meningkatkan kemampuan peternak memanfaatkan potensi bahan baku lokal untuk menghasilkan pakan yang lebih efisien.

Ketua Tim Kerja Pendaftaran dan Peredaran Pakan Ditjen PKH, Eny Hastuti, menegaskan bahwa kualitas pakan menjadi faktor penentu keberhasilan usaha peternakan. Karena itu, penguatan kompetensi pengawas maupun peternak harus terus dilakukan agar mutu, keamanan, dan legalitas pakan dapat terjaga.

“Kami ingin memastikan para Pengawas Mutu Pakan dan petugas pakan memiliki pemahaman yang kuat dalam menerapkan ketentuan Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB), sehingga pengawasan terhadap mutu, keamanan, dan legalitas pakan dapat berjalan lebih efektif. Di sisi lain, peternak juga diharapkan semakin mampu menyusun formulasi pakan secara mandiri dengan memanfaatkan potensi bahan baku lokal yang tersedia di daerahnya. Dengan pengawasan yang efektif dan konsisten, kita dapat memberikan perlindungan kepada peternak sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap industri pakan nasional. Sementara bagi peternak, kemampuan memformulasikan pakan sendiri dari bahan baku lokal akan menjadi nilai tambah untuk meningkatkan efisiensi usaha,” ujar Eny.

Selain memperkuat pengawasan, Kementan juga mendorong pemanfaatan bahan baku lokal sebagai strategi meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus memperkuat kemandirian usaha peternakan di daerah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing peternak sekaligus memperkuat rantai pasok pakan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Arief Murdiyatno, mengatakan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi menjadi salah satu prioritas daerah untuk membangun sistem perunggasan yang terhubung dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, penguatan sektor perunggasan akan berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan daging dan telur, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Keberhasilan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pakan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui APBD Tahun Anggaran 2025 telah membangun Rumah Produksi Bersama yang dikelola Koperasi Bangun Karya Bersinar. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas terpasang 200 ton pakan per bulan dan telah mulai beroperasi dengan realisasi produksi sekitar 20 ton per bulan. Kapasitas produksi tersebut akan terus ditingkatkan seiring meningkatnya kebutuhan pakan di Kalimantan Timur.

Bagi Kementerian Pertanian, penguatan kualitas pakan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peternakan yang produktif, efisien, dan berdaya saing. Karena itu, penerapan Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) terus didorong agar semakin luas diterapkan oleh pelaku usaha di daerah. Dengan pakan yang berkualitas, produktivitas ternak akan meningkat, biaya produksi menjadi lebih efisien, dan pengembangan hilirisasi peternakan dapat berjalan lebih optimal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img