Kementan Perkuat 843 Bank Pakan untuk Antisipasi El Nino dan Jaga Ketahanan Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat Bank Pakan sebagai strategi nasional untuk melindungi peternak dari risiko kekurangan pakan akibat musim kemarau dan perubahan iklim. Melalui penyediaan cadangan pakan di berbagai daerah, pemerintah ingin memastikan produktivitas ternak tetap terjaga sehingga pasokan daging dan susu bagi masyarakat tidak terganggu.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pakan merupakan faktor penentu keberhasilan usaha peternakan. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan populasi ternak, tetapi juga membangun sistem penyediaan pakan yang mampu menghadapi perubahan iklim.

“Ancaman El Nino tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga memengaruhi ketersediaan pangan asal hewan akibat penurunan produktivitas dan meningkatnya risiko penyakit. Karena itu kami memperkuat berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyediaan hijauan pakan ternak yang lebih tahan terhadap kekeringan, pengembangan Bank Pakan, penyediaan obat, vitamin, vaksin dan vaksinasi, hingga penguatan biosekuriti serta pengendalian vektor pembawa penyakit,” ujar Agung saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Agung, Bank Pakan dikembangkan sebagai cadangan hijauan yang dapat dimanfaatkan peternak ketika produksi rumput menurun akibat kemarau panjang. Hijauan pakan diolah menjadi silase maupun hay sehingga memiliki masa simpan lebih panjang dan tetap tersedia saat dibutuhkan.

Saat ini Kementan telah memfasilitasi 843 Bank Pakan yang tersebar di 34 provinsi. Keberadaan Bank Pakan tersebut diperkuat dengan pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) yang lebih adaptif terhadap kekeringan, seperti berbagai jenis leguminosa dan rumput unggul berprotein tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pakan sekaligus menekan biaya produksi peternak.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, lebih dikenal Titiek Soeharto, menilai penguatan sistem penyediaan pakan menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim.

“Kalimantan Selatan memiliki peran strategis sebagai penyangga pangan nasional. Karena itu, dampak El Nino harus diantisipasi secara optimal agar tidak memengaruhi ketahanan pangan nasional,” ujar Titiek Soeharto.

Menurutnya, berbagai program yang memperkuat fondasi peternakan, termasuk penyediaan pakan, perlu terus didukung agar peternak mampu mempertahankan produksi meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Bagi Kementerian Pertanian, Bank Pakan bukan sekadar tempat penyimpanan hijauan, melainkan instrumen perlindungan bagi peternak. Ketika pakan tersedia sepanjang tahun, peternak dapat menjaga produktivitas ternaknya, biaya usaha menjadi lebih terkendali, dan pasokan protein hewani bagi masyarakat tetap terjamin. Karena itu, pengembangan Bank Pakan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img