PT MRT Jakarta (Perseroda) menyepakati perjanjian kerja sama paket kontrak CP 207 fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta, yaitu pengumpulan tarif otomatis (automatic fare collection). Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina, Authorized Representative Hitachi Rail Hong Kong Limited Nicolas Rabat, dan Authorized Representative Sumitomo Corporation Consortium Tsuyoshi Nakamura.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat PT MRT Jakarta (Perseroda) di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, pada Kamis (4-3-2026) disaksikan langsung oleh Minister for Economic and Development Affairs Kenji Enoshita, Kepala Perwakilan Badan Pewangasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi DKI Jakarta Sofyan Antonius, Asisten Perekonomian dan Keuangan Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Tuhiyat menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengembangan MRT Jakarta. “Sistem pengumpulan tarif otomatis (automatic fare collection) ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan operasional fase 2A lin utara selatan. Sistem ini merupakan fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman pelanggan dan upaya mempercepat integrasi layanan transportasi masa depan,” ujarnya.
“Atas nama MRT Jakarta, kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah Jepang, pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Japan International Cooperation Agency (JICA) atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan modern di Jakarta,” imbuhnya.
CP 207 merupakan bagian dari paket kontrak kerja pembangunan fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta. Paket ini meliputi perancangan, pabrikasi, pengiriman, dan pemasangan sistem pengumpulan tarif otomatis pada proyek fase 2A lin utara selatan MRT Jakarta. Nilai kontrak pada paket pekerjaan ini sebesar Rp341,5 miliar. CP207 akan mendukung operasional MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota.
Senada dengan Direktur Utama Tuhiyat, Nicolas Rabbat mengatakan, “Penandatanganan kontrak ini semakin mempertegas komitmen Hitachi Rail dalam mendukung pengembangan sektor perkeretaapian dan transportasi perkotaan di Indonesia. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan MRT Jakarta dalam menghadirkan sistem mobilitas yang lebih cerdas dan terintegrasi melalui penerapan teknologi AFC yang modern,” ungkapnya usai penandatanganan.
“Sistem ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem mobilitas perkotaan yang semakin terhubung di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Tsuyoshi Nakamura menyampaikan, “Kami merasa terhormat dapat berkontribusi dalam pengembangan MRT Jakarta melalui penyediaan sistem AFC. Berbekal pengalaman dalam berbagai proyek infrastruktur perkeretaapian di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sistem transportasi perkotaan yang efisien, andal, dan berkelanjutan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jakarta yang terus berkembang,” pungkasnya.
Hingga 25 Mei 2026, perkembangan pembangunan fase 2A lin utara selatan telah mencapai 60,80 persen dari target 59,70 persen. PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional segmen 1 fase 2A lin utara selatan Bundaran HI—Monas pada 2027 dan segmen 2 hingga Kota pada 2029 mendatang.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































