Upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing dimulai dari pemenuhan gizi sejak usia dini. Salah satu sumber gizi yang terus didorong pemerintah adalah susu sebagai bagian dari pola konsumsi pangan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di SD Negeri 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026). Mengusung tema “Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat!”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Susu Nusantara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Gerakan Minum Susu di Sekolah sehingga kebiasaan mengonsumsi susu dapat ditanamkan sejak dini sebagai salah satu dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.
Kegiatan tersebut melibatkan siswa, guru, orang tua murid, ahli gizi, serta berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Plt. Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Karsan, mengatakan Hari Susu diperingati setiap tanggal 1 Juni dan telah menjadi momentum global yang dirayakan di berbagai negara.
Di Indonesia, peringatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Gizi Nasional, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Melalui momentum Hari Susu Nusantara ini kami berharap anak-anak Indonesia semakin rajin minum susu. Orang tua juga diharapkan terus memperhatikan pemenuhan gizi anak melalui beragam sumber pangan bergizi. Susu merupakan salah satu pilihan sumber protein dan kalsium yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Karsan.
Menurut Karsan, peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang perlu terus diperkuat sejak usia sekolah.
Dorongan peningkatan konsumsi susu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat industri persusuan nasional. Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional sehingga peningkatan produksi menjadi salah satu fokus pemerintah.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, sebelumnya menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi susu masyarakat perlu berjalan seiring dengan penguatan produksi susu dalam negeri agar manfaat ekonomi juga dirasakan oleh peternak sapi perah rakyat.
“Saat ini produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah menjadi fokus bersama agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” jelasnya (2/6/2026).
Menurut Makmun, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi susu melalui berbagai program strategis, mulai dari perbaikan pakan, penguatan kesehatan hewan, peningkatan produktivitas ternak, hingga pengembangan populasi sapi perah di berbagai daerah.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor persusuan nasional karena telah mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri dan membuka pasar yang lebih luas bagi hasil produksi peternak.
Dukungan terhadap peningkatan konsumsi susu nasional juga disampaikan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria. Menurutnya, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN.
“Data menunjukkan konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka ini masih berada di bawah beberapa negara ASEAN sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 01 Pondok Labu, Chrisna Setiyorini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Susu Nusantara yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi siswa, guru, maupun orang tua.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenko Pangan yang telah memilih sekolah kami untuk kegiatan peringatan Hari Susu Nusantara 2026. Murid-murid kami sangat antusias mengikutinya. Semoga banyak wawasan yang dapat kami serap melalui kegiatan ini, mulai dari informasi dari Kemenko Pangan sebagai inisiator kegiatan hingga wawasan dari ahli gizi yang tentunya sangat bermanfaat bagi kami para guru, orang tua murid, dan juga murid-murid,” imbuh Chrisna.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi Yudhi Adrianto memberikan edukasi mengenai pentingnya sarapan dan pemenuhan kebutuhan protein bagi anak usia sekolah. Menurutnya, kebiasaan sarapan dengan gizi seimbang berperan penting dalam mendukung konsentrasi dan kualitas belajar anak.
“Adik-adik wajib sarapan untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas. Salah satu zat gizi yang penting adalah protein. Kebutuhan protein bagi anak wajib dipenuhi, baik yang berasal dari protein hewani maupun protein nabati. Susu sebagai salah satu sumber protein hewani juga bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium anak, sementara yogurt mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan,” ujar Yudhi.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan pemahaman bagi orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Mewakili para orang tua murid, Hani mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dalam menambah wawasan mengenai kebutuhan gizi anak.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah pemahaman kami mengenai pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, ahli gizi, orang tua, dan peternak sapi perah, peringatan Hari Susu Nusantara 2026 diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi anak hari ini. Dengan anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas, serta didukung industri persusuan nasional yang semakin berkembang, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































