Kurangi Food Waste, Pemerintah Ajak Ritel Perkuat Kolaborasi dengan Bank Pangan

Sektor ritel didorong memperluas kolaborasi dengan bank pangan dan berbagai penggiat penyelamatan pangan untuk meningkatkan redistribusi pangan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pengurangan sisa pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dorongan tersebut mengemuka dalam forum bisnis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas guna memperkuat kolaborasi penanganan sisa pangan di sektor ritel. Forum bertajuk “Transformasi Ritel Berkelanjutan: Memperkuat Inovasi dan Kolaborasi terhadap Risiko dan Peluang Penanganan Sisa Pangan di Sektor Ritel” itu diselenggarakan IBCSD melalui inisiatif GRASP 2030 bersama APRINDO.

Dalam forum tersebut, sektor ritel dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas redistribusi pangan yang masih layak dan aman dikonsumsi melalui kerja sama dengan bank pangan dan penggiat penyelamatan pangan. Posisi ritel sebagai penghubung antara produsen dan konsumen menjadikannya salah satu aktor penting dalam membangun sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, mengatakan keterlibatan sektor ritel menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan. Menurut dia, pemerintah terus mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi, edukasi kepada masyarakat, serta pendataan dan pelaporan kegiatan penyelamatan pangan secara lebih terstruktur.

“Ritel memiliki peran penting dalam membangun ekosistem penyelamatan pangan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan bank pangan dan penggiat penyelamatan pangan, sektor ritel dapat memperluas redistribusi pangan yang masih layak dan aman dikonsumsi. Selain itu, ritel juga dapat menjadi sarana edukasi bagi konsumen untuk lebih bijak dalam mengelola pangan dan mengurangi sisa pangan,” ujar Nita di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut Nita, keterlibatan dunia usaha dalam penyelamatan pangan menunjukkan tren yang semakin positif. Berdasarkan data Platform Stop Boros Pangan Badan Pangan Nasional per 18 Juni 2026, sektor ritel telah berkontribusi sebesar 8,8 persen dari total mitra penyelamatan pangan yang terdaftar.

Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian pelaku usaha terhadap upaya penyelamatan pangan. Badan Pangan Nasional menilai kolaborasi yang lebih luas dengan bank pangan dan organisasi penyelamatan pangan dapat memperbesar manfaat redistribusi pangan bagi masyarakat.

Nita juga mengajak APRINDO untuk terus memperkuat keterlibatan anggotanya dalam berbagai program penyelamatan pangan. Menurutnya, kontribusi sektor ritel yang semakin luas akan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Dukungan terhadap upaya tersebut disampaikan Direktur Eksekutif APRINDO, Dasep Suryanto. Ia menilai pengurangan sisa pangan perlu menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan yang dijalankan secara konsisten dan terukur.

Menurut Dasep, terdapat tiga langkah utama yang dapat dilakukan pelaku ritel, yakni membangun komitmen perusahaan, melakukan pengukuran dan menetapkan target pengurangan sisa pangan, serta menjalankan rencana aksi yang konkret dan berkelanjutan. “Pengurangan sisa pangan dapat dimulai dari komitmen perusahaan yang kuat, dilanjutkan dengan pengukuran yang jelas, dan diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan,” kata Dasep.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Environmental, Social and Governance (ESG) dan Retail Transformation APRINDO, Yuvlinda Susanta, menilai penyelamatan pangan telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus membantu sektor ritel lebih siap menghadapi perkembangan regulasi di masa mendatang.

Kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, sektor ritel, bank pangan, komunitas, akademisi, dan media diharapkan mampu memperluas redistribusi pangan layak konsumsi kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain mendukung pengurangan sisa pangan, langkah tersebut juga memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img