Pemerintah bersama pelaku industri, peternak, koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan konsumsi susu nasional sekaligus mendorong penguatan sektor persusuan dalam negeri. Komitmen tersebut ditegaskan dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara.
Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, mengatakan bahwa Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
“Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi wujud sinergi lintas sektor dari pemerintah, industri, peternak hingga masyarakat untuk memastikan pemenuhan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menyampaikan apresiasi kepada para peternak sapi perah yang selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan susu nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri melalui berbagai program strategis, mulai dari perbaikan pakan, penguatan kesehatan hewan, hingga peningkatan populasi sapi perah.
“Saat ini produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah menjadi fokus bersama agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” jelasnya.
Makmun menambahkan, pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui penyediaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) khusus sapi perah secara penuh guna menjaga kesehatan ternak dan memastikan produktivitas peternak tetap terjaga.
Selain itu, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor persusuan nasional. Program tersebut telah mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri dan menjadi jaminan pasar bagi hasil produksi peternak.
Populasi sapi perah nasional saat ini mencapai sekitar 540 ribu ekor dengan lebih dari 90 persen berada di peternakan rakyat. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan peternakan sapi perah di luar Pulau Jawa agar produksi susu nasional semakin merata.
Dukungan terhadap peningkatan konsumsi susu nasional juga disampaikan oleh Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria. Menurutnya, konsumsi susu masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya.
“Data menunjukkan konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Angka ini masih berada di bawah beberapa negara ASEAN sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi susu,” katanya.
Ia menambahkan, industri pengolahan susu nasional masih memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kementerian Perindustrian juga terus mendukung penguatan industri melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan, digitalisasi tempat pengumpulan susu, serta peningkatan kualitas susu segar nasional.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan, menegaskan bahwa susu kini menjadi bagian penting dari strategi nasional pembangunan sumber daya manusia.
“Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang susu sebagai sekadar minuman tambahan, tetapi sebagai bagian dari strategi besar bangsa dalam membangun generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Gunalan menjelaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyediakan susu sedikitnya dua kali dalam satu minggu bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan susu sekaligus membuka peluang bagi koperasi, UMKM, dan peternak lokal untuk berkembang.
Dukungan serupa juga datang dari industri pengolahan susu. General Manager Research and Development PT Indolakto, Tjatur Lestijaman, menilai bahwa susu merupakan investasi gizi jangka panjang yang sangat penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan produktif.
“Kami mendukung penuh Hari Susu Nusantara 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi susu dan pemenuhan gizi yang seimbang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, koperasi, peternak, dan masyarakat, Hari Susu Nusantara 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak utama peningkatan konsumsi susu nasional sekaligus memperkuat kemandirian sektor persusuan dalam negeri guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































