PT PELNI (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis angkutan barang komersial sepanjang tahun 2026. Hingga April 2026, perusahaan pelayaran milik negara tersebut berhasil mengangkut sebanyak 218.918,964 metric ton (MT) barang komersial.
Mayoritas muatan yang diangkut berasal dari komoditas batubara dengan porsi mencapai 95 persen, sementara sisanya merupakan pupuk curah sebesar 5 persen. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan year-on-year sebesar 338 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Salah satu pencapaian penting PELNI pada tahun ini ditandai dengan keberhasilan shipment perdana pengangkutan batubara skala besar menggunakan kapal bulk carrier jenis Supramax. Dalam pengiriman tersebut, kapal mampu membawa muatan hingga 55.000 MT batubara.
Pengangkutan perdana dilakukan melalui skema voyage charter menggunakan kapal MV Majestic Laksono. Pengiriman berlangsung pada April 2026 dengan rute dari Bontang menuju Surabaya.
Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI, Kokok Susanto, mengatakan pemanfaatan kapal charter berukuran Supramax menjadi langkah strategis perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar terhadap layanan logistik komoditas curah dalam skala besar.
“Shipment perdana pengangkutan batubara dengan muatan 55 ribu ton ini merupakan langkah strategis PELNI dalam mengakselerasi kinerja bisnis angkutan barang.
“Kami terus mengembangkan kemampuan logistik untuk memberikan solusi pengangkutan yang andal, efisien, dan berdaya saing tinggi,” kata Kokok.
Kokok menambahkan, keberhasilan pengangkutan menggunakan kapal Supramax merupakan bagian dari strategi building capacity PELNI dalam memperkuat kompetensi angkutan barang komersial, khususnya untuk pengangkutan komoditas curah dalam jumlah besar.
Menurutnya, pengalaman tersebut sekaligus menjadi portofolio baru bagi lini usaha angkutan barang PELNI dalam memperluas cakupan layanan logistik maritim nasional.
“Kami optimis pengembangan segmen angkutan barang komersial, khususnya komoditas curah seperti batubara, akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kinerja perusahaan ke depan.
“PELNI juga siap memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna mendukung kebutuhan logistik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia,” sebut Kokok.
Selain memperkuat kapasitas pengangkutan, PELNI juga menerapkan strategi sharing capacity melalui kerja sama dengan pemilik kapal guna meningkatkan fleksibilitas operasional dan optimalisasi layanan pengangkutan barang.
Melalui keberhasilan shipment perdana ini, PELNI semakin mempertegas posisinya sebagai penyedia jasa logistik maritim yang andal dan kompetitif.
Perusahaan optimistis dapat menjadi mitra logistik terpercaya bagi industri energi nasional sekaligus mendukung rantai pasok komoditas strategis di Indonesia.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































