Jelang Iduladha 2026, Kementan Pastikan Sapi Banmas Presiden Sehat dan Bebas PMK

Menjelang Hari Raya Iduladha, perhatian bukan hanya tertuju pada hewan kurban yang akan disembelih, tetapi juga pada perjalanan panjang memastikan ternak yang disalurkan benar-benar sehat, aman, dan layak sampai ke masyarakat.

Di sejumlah kandang peternak di Jawa Tengah, Kementerian Pertanian turun langsung memeriksa satu per satu sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Pemeriksaan dilakukan bukan sekadar melihat kondisi fisik ternak, tetapi juga memastikan kesehatan, pemeliharaan, hingga kesigapan peternak mencegah dan menangani penyakit hewan menular.

Melalui Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, pemantauan dilakukan di tujuh wilayah di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Tegal, Kota Tegal, dan Brebes.

Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertanian untuk menjaga kualitas hewan kurban bantuan Presiden.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh sapi Banmas Presiden dalam kondisi sehat, memenuhi syarat syar’i kurban, serta terbebas dari penyakit hewan menular strategis. Kami juga terus mengedukasi peternak mengenai pentingnya penerapan biosekuriti dan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terutama menjelang Hari Raya Iduladha,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurut Dani, keberhasilan menjaga kesehatan ternak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan peternak. “Kami mengapresiasi para peternak yang telah menerapkan manajemen pemeliharaan dengan baik, mulai dari kebersihan kandang, pemberian pakan, hingga pemantauan kesehatan ternak secara rutin. Harapannya, sapi Banmas Presiden dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima kurban,” tambahnya.

Hasil pemantauan bersama dinas peternakan setempat menunjukkan seluruh sapi Banmas Presiden berada dalam kondisi sehat dan memenuhi ketentuan syariat sebagai hewan kurban. Tim memastikan sapi telah memenuhi persyaratan umur, memperoleh vaksinasi, serta mendapatkan pengobatan cacing secara berkala. Pemantauan kesehatan juga dilakukan secara berkelanjutan oleh dinas yang membidangi peternakan di masing-masing daerah.

Di lapangan, sapi-sapi yang dipersiapkan sebagai hewan kurban tersebut memiliki bobot antara 800 kilogram hingga lebih dari satu ton. Kondisi kesehatannya diperkuat melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), termasuk hasil pengujian laboratorium sebagai bagian dari persyaratan penerbitan dokumen kesehatan.

Namun perhatian tim tidak berhenti pada ternak. Kondisi kandang, ketersediaan pakan, kebersihan lingkungan, hingga akses air minum juga menjadi bagian dari penilaian. Dari hasil monitoring, para peternak dinilai telah menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik, terlihat dari kandang yang bersih dan kering, pakan yang tersedia cukup, serta air minum yang dapat diakses ternak sepanjang waktu.

Seluruh sapi Banmas Presiden tersebut direncanakan akan dipotong pada Hari Raya Iduladha. Dalam pemantauan itu, BBPTU-HPT Baturraden juga membawa dukungan lain untuk peternak. Bantuan bibit hijauan pakan berupa rumput Red Napier dan mineral block diserahkan kepada para peternak dan disaksikan langsung oleh dinas peternakan setempat.

Tidak hanya itu, edukasi mengenai kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga diberikan melalui pembagian poster informasi dan langkah pencegahan penyakit kepada peternak.

Sementara itu, dokter hewan sekaligus perwakilan tim Banmas Presiden, Imawan Daru, menjelaskan bahwa proses pemantauan dilakukan secara menyeluruh sejak pemeriksaan fisik hingga evaluasi pengelolaan ternak.

“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara detail terhadap sapi Banmas Presiden, dengan mengecek kondisi fisik, kelengkapan vaksinasi, pemberian obat cacing, hingga pengecekan dokumen kesehatan ternak,” ungkap Imawan.

Ia memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang menggembirakan. “Dari hasil monitoring di tujuh kabupaten/kota, seluruh sapi terpantau sehat, aktif, dan siap untuk pelaksanaan kurban pada Hari Raya Iduladha,” jelasnya.

Di balik seekor sapi kurban yang nantinya diterima masyarakat, ada proses yang telah berlangsung jauh sebelum hari penyembelihan tiba, mulai dari kandang,, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi yang menjaga agar amanah kurban tetap sampai dalam kondisi terbaik.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img