Melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen mendorong pemulihan ekosistem pesisir sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Terbaru, Telkom menggelar program Ayo Beraksi di Semarang.
Kegiatan yang melibatkan 13 karyawan terbaik ini dilaksanakan di Semarang Mangrove Center (SMC). Program Ayo Beraksi pada awalnya merupakan kompetisi relawan internal yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif karyawan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Melalui proses seleksi bertahap, terpilih lima tim terbaik (Best of the Best), yaitu AiDareU, INOVAKSI, Green Drop, MAKE Impact, dan BATUMBUAH. Kelima tim tersebut kemudian mengikuti rangkaian kegiatan konservasi di Semarang.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa keterlibatan karyawan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu mitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Hery.
Program Ayo Beraksi digelar sebagai respons atas penurunan signifikan luas tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), degradasi mangrove berpotensi melemahkan fungsi ekologisnya sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus penyerap karbon biru.
Selain meningkatkan risiko abrasi, kondisi tersebut juga mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan proses restorasi berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan program, para relawan melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Mereka juga memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan, serta mengikuti pelatihan membatik dengan pewarna alami berbasis mangrove guna mendukung pengurangan limbah di sekitar SMC.
“Rangkaian kegiatan ini mencerminkan integrasi semangat inovasi dan kepedulian sosial karyawan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan,” kata Hery.
Sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-14 tentang Ekosistem Lautan.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































