Bea Cukai berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berpotensi ekspor agar mampu menembus pasar internasional. Melalui berbagai program asistensi, seperti Klinik Ekspor, Customs Visit Customer (CVC), serta kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat, Bea Cukai hadir memberikan pendampingan konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Di Provinsi Banten, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten melaksanakan kegiatan Klinik Ekspor dengan mengunjungi UMKM binaannya, Cartenz Cocoa, yang berlokasi di Tangerang Selatan. Kegiatan asistensi ini dilaksanakan pada Rabu (21/01) dipimpin oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Banten, Broto Setia Pribadi, bersama Agen Fasilitas Kepabeanan yang tergabung dalam Tim Klinik Ekspor.
Cartenz Cocoa, yang berada di bawah naungan PT Persatuone Komoditas Indonesia, merupakan UMKM yang telah berhasil mengekspor produk bubuk kakao ke sejumlah negara, antara lain Maroko, Aljazair, dan Mesir. Melalui Klinik Ekspor, Bea Cukai Banten memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari pemenuhan dokumen ekspor, pemahaman ketentuan teknis, hingga edukasi terkait regulasi kepabeanan.
“Bea Cukai Banten selalu siap memberikan asistensi kepada UMKM agar dapat berhasil melakukan ekspor, bahkan memperluas negara tujuan ekspornya,” ujar Broto.
Manfaat nyata dari asistensi ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Pemilik Cartenz Cocoa, pasangan suami istri Nicholas Dennis Kurnia dan Ancilla Betaria Tirtana, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Bea Cukai Banten. Bimbingan dan asistensi ekspor ini diharapkan dapat terus berlanjut agar ekspor produk UMKM kami terus berkembang dan memperluas negara tujuan ekspor,” ungkap Dennis.
Selain mendorong kinerja ekspor, Bea Cukai Banten juga mengingatkan para pelaku usaha untuk mewaspadai upaya penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai dan memastikan seluruh informasi diperoleh dari kanal resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sementara itu, di Jawa Timur, Bea Cukai Gresik turut berperan aktif membekali UMKM di tingkat desa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Supenuh, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Gresik hadir sebagai narasumber dengan mengusung tema Strategi Akselerasi Ekspor (SAE).
Melalui sesi sosialisasi bertajuk UMKM Menuju Ekspor, Bea Cukai Gresik memberikan edukasi mengenai prosedur ekspor, ketentuan kepabeanan, pemenuhan standar mutu, serta strategi pemasaran internasional. Kepala Seksi PLI Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, menjelaskan berbagai fasilitas dan kemudahan layanan, termasuk pendampingan melalui Klinik Ekspor, yang dirancang untuk membantu UMKM menghadapi tantangan ekspor.
Sinergi asistensi dan edukasi ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru. Dengan semakin banyak UMKM yang mampu mengakses pasar global, kinerja Bea Cukai dalam mendampingi ekspor diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































