PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau JakPro memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan meluncurkan inisiatif strategis bertajuk JakGreen. Melalui program ini, JakPro memperkenalkan potensi pembiayaan hijau atau green financing melalui penerbitan green sukuk sebagai salah satu skema pendanaan proyek ramah lingkungan di Jakarta.
“Kami kenalkan inisiatif strategis bertajuk JakGreen membahas potensi pembiayaan hijau ini untuk pembangunan Jakarta,” kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin di Jakarta, Selasa (15/7).
Sebagai informasi, green Sukuk adalah obligasi syariah (sukuk) untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, pengelolaan air bersih, transportasi rendah emisi, dan konservasi alam. Disampaikannya, pihaknya berkolaborasi dengan Kelompok Notaris Pembaca, Pendengar dan Pemikir (Kelompencapir) menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk menjadi ruang dialog lintas sektor.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, regulator keuangan, investor, BUMD, akademisi, hingga praktisi hukum. Tujuannya adalah untuk menggali potensi penerbitan green sukuk daerah sebagai alternatif pendanaan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah Proyek LRT Jakarta. Infrastruktur transportasi publik rendah emisi ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan hijau yang tengah digencarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Fokus utama tertuju pada proyek LRT Jakarta, sebagai infrastruktur publik rendah emisi yang selaras dengan arah pembangunan hijau ibu kota,” ujar Iwan.
Menurutnya, transformasi Jakarta menuju kota global yang layak huni dan berkelanjutan membutuhkan terobosan nyata. “Kami berkomitmen mengambil peran strategis melalui JakGreen yang merupakan platform yang mengintegrasikan proyek rendah karbon, adopsi teknologi hijau dan skema pembiayaan berkelanjutan,” kata dia.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam membentuk Tim Nilai Ekonomi Karbon sebagai wujud konkret komitmen transisi energi dan aksi iklim. “Dengan nilai investasi hijau mencapai Rp14,3 triliun, kami percaya kolaborasi lintas sektor dan inovasi pendanaan seperti green sukuk adalah kunci untuk mewujudkan Jakarta yang tangguh, kompetitif dan inklusif di masa depan, ” kata dia.
Tak hanya berhenti pada dialog, JakPro juga mendorong penyusunan dokumen rekomendasi strategis sebagai pijakan awal untuk menyusun roadmap penerbitan green sukuk daerah. Rekomendasi ini akan mencakup kajian proyek-proyek yang layak, model pendanaan, potensi mitra investor, serta pembentukan tim lintas sektor yang akan mengawal proses secara berkelanjutan.
Menurut dia, inisiatif JakGreen sendiri dibangun di atas empat pilar utama yakni transisi menuju transportasi rendah emisi, efisiensi energi melalui teknologi hijau, penguatan proyek untuk kurangi dampak negatif (offset) lingkungan, serta pembiayaan hijau yang inklusif dan akuntabel.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































