Strategi Great Eastern Dukung Program Prioritas Pemerintah di Sektor Asuransi

Pemerintah saat ini sedang menggenjot berbagai program prioritas nasional. Menyikapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri asuransi siap mendukung dan memaksimalkan peluang yang ada dengan menawarkan berbagai produk asuransi yang relevan.

Menanggapi hal tersebut, PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menyatakan masih menunggu stimulus pemerintah terkait program pengembangan sektor UMKM, ekonomi hijau, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi fokus utama perusahaan.

- Advertisement -

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia, Linggawati Tok, mengungkapkan bahwa perusahaan siap berkontribusi dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor ekonomi hijau dan keberlanjutan melalui berbagai produk asuransi yang dimiliki.

Baca Juga: Great Eastern Life: Klaim Penebusan Unitlink Diproyeksi Stabil saat Ramadan & Lebaran

“Produk yang kami tawarkan meliputi asuransi kendaraan listrik, asuransi panel surya, dan asuransi energi hijau lainnya,” ujarnya pada Rabu (19/2).

- Advertisement -

Dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia dan sektor pendidikan, Linggawati menjelaskan bahwa Great Eastern General telah menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Perusahaan menyediakan asuransi kecelakaan diri untuk mendukung aktivitas pelajar dan mahasiswa, serta menyediakan asuransi perjalanan bagi kalangan akademik.

Selain itu, dalam mendukung pengembangan UMKM, GEGI menawarkan produk asuransi khusus bagi usaha kecil menengah atau Small Medium Enterprise (SME) Package Products yang dirancang untuk melindungi aset dan menjaga keberlangsungan bisnis UMKM.

Linggawati menegaskan bahwa GEGI berharap dapat terlibat langsung dalam program-program prioritas pemerintah yang sedang digalakkan, tanpa memerlukan regulasi atau mekanisme khusus untuk menjalankan produk asuransi terkait program tersebut.

Namun, untuk produk asuransi parametrik seperti Asuransi Usaha Tani Padi (UTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (UTS) yang mendukung program ketahanan pangan nasional, biasanya dibutuhkan regulasi atau mekanisme khusus, termasuk penyediaan dana premi yang umumnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

- Advertisement -

“Diperlukan mekanisme khusus dalam proses penutupan asuransi dan pembayaran klaimnya. Biasanya, pemerintah menunjuk perusahaan asuransi BUMN untuk menjalankan program ini, sehingga GEGI umumnya tidak terlibat,” jelasnya.

Meski demikian, Linggawati berharap GEGI tetap dapat mengambil bagian dalam alokasi premi dari program-program prioritas pemerintah.

Di sisi lain, Linggawati mengungkapkan bahwa Great Eastern General berhasil mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 866 miliar pada 2024, meningkat 18,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian tertinggi berasal dari lini bisnis asuransi properti yang menyumbang 54% dari total premi, diikuti oleh asuransi marine cargo sebesar 14%, dan asuransi rekayasa sebesar 12%.

Memasuki 2025, Great Eastern optimistis dapat mencapai pertumbuhan premi dobel digit sebesar 10%, dengan target pendapatan premi mencapai Rp 953 miliar.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img