Great Eastern Life: Klaim Penebusan Unitlink Diproyeksi Stabil saat Ramadan & Lebaran

Menjelang Ramadan dan Lebaran, kebutuhan dana masyarakat cenderung meningkat. Bagi pemegang polis asuransi jiwa, salah satu opsi yang tersedia adalah mencairkan dana melalui klaim penebusan (surrender) unitlink.

Namun, PT Great Eastern Life Indonesia memperkirakan bahwa jumlah klaim penebusan unitlink selama periode Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak akan mengalami lonjakan signifikan. Proyeksi tersebut didasarkan pada data tahun sebelumnya.

- Advertisement -

“Besar kecilnya klaim penebusan juga bergantung pada preferensi nasabah dalam mengelola keuangan mereka, yang bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Bancassurance Director Great Eastern Life, Sisca, pada Kamis (13/2).

Baca Juga: Great Income Assurance: Jaminan Penghasilan dari Great Eastern Life

Lebih lanjut, Sisca memprediksi tren klaim penebusan unitlink sepanjang tahun 2024 akan tetap stabil, tanpa perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, keputusan nasabah dalam mencairkan unitlink dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi pasar, kebutuhan finansial, serta strategi investasi mereka.

- Advertisement -

Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan bahwa kemungkinan peningkatan klaim penebusan unitlink menjelang Ramadan dan Lebaran memang ada, namun nilainya diperkirakan tidak signifikan.

“Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) turut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana tambahan,” ungkap Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, pada Jumat (7/2).

Secara umum, Togar menjelaskan bahwa peningkatan klaim penebusan unitlink lebih sering disebabkan oleh kebutuhan biaya pendidikan dibandingkan kebutuhan konsumtif selama Lebaran. Dengan meningkatnya literasi keuangan di masyarakat, AAJI optimistis bahwa unitlink tetap akan menjadi instrumen investasi sekaligus proteksi yang berkelanjutan di masa depan.

Berdasarkan data terbaru AAJI per September 2024, total klaim penebusan (surrender) di industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 58,11 triliun, mengalami penurunan 15,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Menurut Togar, penurunan ini mencerminkan bahwa masyarakat masih melihat unitlink sebagai instrumen investasi dan proteksi jangka panjang yang layak dipertahankan.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img