Pemerintah Indonesia menganggarkan dana sebesar Rp12 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi infrastruktur jaringan irigasi pertanian. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki irigasi tersier, primer, dan sekunder di seluruh Indonesia, mencakup area seluas 2 juta hektare.
“Bapak Presiden setujui irigasi tersier, primer, dan sekunder untuk 2 juta hektare bersama Kementerian PU, anggarannya Rp12 triliun untuk seluruh Indonesia,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Kamis (02/25).
Amran menambahkan bahwa perbaikan sistem irigasi merupakan bagian dari kebijakan strategis yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) guna mendukung swasembada pangan nasional. Revitalisasi jaringan irigasi diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) serta produktivitas padi di seluruh wilayah Indonesia.
Mentan juga memberikan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan krusial terkait pembangunan infrastruktur irigasi yang dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan.
Menurutnya, perbaikan saluran irigasi akan memastikan ketersediaan air yang optimal untuk pertanaman padi, yang pada gilirannya akan mendongkrak hasil pertanian.
Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa pembenahan sistem irigasi pertanian, menjadi tanggung jawab seluruh pemerintah di setiap tingkatannya. Baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kabupaten bisa melaksanakan, Provinsi bisa melaksanakan, Pusat juga bisa melaksanakan, sehingga kita betul-betul produktif,” kata Amran.
Sebelumnya, Mentan menggandeng Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo serta Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi R bersinergi untuk mewujudkan swasembada pangan melalui pembangunan jaringan irigasi pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengaku siap mendukung Kementerian Pertanian di sektor pembangunan jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian yang telah dipetakan baik di wilayah Pulau Jawa maupun luar pulau tersebut.
“Kami dari Kementerian PU, dalam setiap kesempatan saya selalu mengatakan, kami hanya tukang, kami supporting unit kepada leading sectornya. Arahan dari Bapak Presiden sudah clear, harus bisa swasembada pangan secepat-cepatnya. Untuk urusan swasembada pangan itu sendiri kan leading sector ada Kementerian Petanian,” ucap Dody di Jakarta, Senin (30/12).
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































