PT Railink terus memperkuat perannya dalam industri perkeretaapian nasional melalui pengembangan lini bisnis Maintenance, Operations, Spare Parts, and Services (MOSS). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem perkeretaapian yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Sebagai operator kereta bandara di Medan dan Yogyakarta, Railink selama ini memiliki dua lini bisnis utama, yakni layanan angkutan penumpang dan bisnis MOSS yang mulai dikembangkan sejak 2021. Pengembangan tersebut didorong oleh kebutuhan industri yang semakin kompleks serta peluang besar di sektor pendukung operasional perkeretaapian.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menegaskan bahwa transformasi bisnis ini merupakan langkah strategis untuk memperluas peran perusahaan di sektor transportasi berbasis rel.
“Pengembangan bisnis maintenance, operations, spare part, dan services merupakan komitmen kami untuk tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional. Kami ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien, dan berstandar tinggi,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, unit bisnis MOSS Railink telah mengerjakan sekitar 50 proyek industri perkeretaapian dalam negeri. Proyek tersebut mencakup berbagai pekerjaan, seperti overhead crane, pengadaan suku cadang, penggantian kain kursi KRL, hingga pemasangan mesin press roda.
Selain itu, Railink juga telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 mitra dari dalam dan luar negeri untuk mendukung pengembangan bisnis ini.
Dalam implementasinya, Railink akan fokus pada penyediaan layanan perawatan sarana kereta api berbasis standar keselamatan tinggi, pengelolaan rantai pasok suku cadang yang efisien, serta pengembangan layanan tambahan guna meningkatkan performa operasional dan pengalaman pengguna.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian industri transportasi nasional, termasuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dengan memperkuat kapabilitas di sektor pendukung, Railink diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri perkeretaapian Indonesia di tingkat global.
Ke depan, PT Railink akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri, guna memastikan pengembangan bisnis MOSS berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi industri.
Melalui strategi ini, Railink menegaskan komitmennya untuk menjadi penyedia solusi perkeretaapian terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News
































