InfoEkonomi.ID – PT PLN (Persero) merencanakan keterlibatan investor swasta dalam pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), dengan target kontribusi swasta mencapai 60%.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN tidak dapat menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur listrik sendirian, sehingga perlu menggandeng pihak swasta.
“PLN tidak mungkin menghadapi tantangan ini sendirian. Dalam perencanaan ke depan, 60% dari pembangkit yang ada akan berbasis pada investasi swasta nasional yang bekerja sama dengan penyedia teknologi dan pembiayaan internasional,” ungkap Darmawan di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (14/10).
Darmawan menjelaskan bahwa untuk mewujudkan rencana ini, pihaknya harus membangun ekosistem yang kondusif bagi investasi. “Saya punya pekerjaan rumah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kolaborasi,” ujarnya. Menurutnya, penting untuk membangun kerjasama yang berlandaskan pada prinsip keadilan.
Prinsip keadilan ini, lanjut Darmawan, berarti memastikan bahwa ekosistem investasi dapat memberikan pengembalian yang adil. Ia menekankan bahwa semua risiko harus dipetakan dan dikelola dengan baik, serta memastikan kelayakan teknis dan komersial proyek.
“Kami tidak ingin investor rugi. Jika tingkat pengembalian investasi terlalu rendah, lebih baik simpan uang di tempat yang aman. Namun, jika terlalu tinggi, itu juga tidak wajar,” jelasnya. Darmawan berharap untuk menemukan tingkat pengembalian yang moderat, sehingga menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan bagi negara dan semua pihak yang terlibat.
Dengan langkah ini, PLN berharap dapat mempercepat transisi menuju energi terbarukan di Indonesia, sekaligus menciptakan peluang bagi sektor swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.
































