InfoEkonomi.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor beras sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024, dengan total impor mencapai 3,23 juta ton atau senilai US$2,01 miliar. Sementara itu, di tengah kondisi ini, Presiden Terpilih Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk menjadikan Indonesia swasembada pangan dalam empat tahun ke depan.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa mayoritas beras yang diimpor berasal dari Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Selain beras, Indonesia juga mengimpor jagung sebanyak 967,92 ribu ton, dengan nilai mencapai US$247,94 juta, yang sebagian besar berasal dari Argentina, Brasil, dan Pakistan.
BPS juga mencatat adanya kenaikan impor hasil minyak sebesar 7,69% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Impor gula juga mencatatkan nilai sebesar US$2,145 juta, dengan Brasil, Thailand, dan Australia sebagai negara asal utama.
Dalam pidatonya di acara Investor Daily Summit 2024, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan adalah kunci untuk memastikan kesejahteraan rakyat. “Suatu bangsa harus bisa memproduksi dan memberi makan kepada rakyatnya. Kita tidak boleh tergantung pada impor pangan,” tegasnya.
Prabowo percaya bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan paling lambat empat tahun setelah menerima mandatnya pada 4 Oktober 2024. Ia menyatakan bahwa ketergantungan pada impor pangan dapat membuat negara rentan terhadap krisis dan berkomitmen untuk memastikan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.
































