PT Railink mencatat kinerja positif layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kuala Bingai sepanjang 2025 dengan total penumpang mencapai 2,5 juta orang. Sementara pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna telah menembus 651 ribu penumpang.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya di wilayah Sumatera Utara. KA Srilelawangsa kini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas harian, mulai dari aktivitas kerja, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.
Sebagai operator kereta bandara di wilayah tersebut, PT Railink terus memperkuat perannya dalam membangun konektivitas antarwilayah melalui layanan transportasi yang terintegrasi. Kehadiran KA Srilelawangsa dinilai tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang dilalui, seperti Medan, Binjai, hingga Kuala Bingai.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, konektivitas yang terbangun juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara, khususnya di daerah yang dilalui oleh layanan ini,” ucap Porwanto, Rabu 29 April 2026.
Dari sisi operasional, layanan KA Srilelawangsa menyediakan jadwal keberangkatan yang fleksibel. Kereta pertama dari Medan menuju Binjai berangkat pukul 07.55 WIB, sementara dari Binjai menuju Medan dimulai pukul 04.55 WIB. Untuk rute Kuala Bingai–Medan, tersedia dua jadwal keberangkatan, yakni pukul 06.45 WIB dan 18.25 WIB.
Menariknya, layanan ini juga menawarkan tarif yang sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000, sehingga semakin memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik yang efisien.
Ke depan, PT Railink berkomitmen untuk terus memperkuat layanan transportasi publik yang terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Utara.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

































