InfoEkonomi.ID – Pengguna Tol Cimanggis-Cibitung mengeluhkan tarif yang dinilai terlalu mahal, terutama untuk kendaraan Golongan V yang harus membayar hingga Rp97.000 dari Gerbang Tol (GT) Cibitung 5 menuju GT Jatikarya Utama.
Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), Yefri Rahardja, menyatakan bahwa penilaian mengenai mahal atau tidaknya tarif tol bersifat relatif. Menurutnya, tarif tersebut sebanding dengan manfaat yang diberikan oleh tol tersebut, khususnya dalam memangkas waktu tempuh pengendara.
“Mahal atau tidak itu relatif, yang penting adalah manfaatnya. Misalnya, warga Cibubur bisa menuju bandara dengan memotong waktu tempuh menjadi kurang dari satu jam,” ungkap Yefri dikutip dari bisnis.com, Kamis (26/9).
Selain itu, Yefri menekankan bahwa Tol Cimanggis-Cibitung juga berperan penting dalam mendukung arus logistik di kawasan industri sekitarnya. Meskipun tarifnya lebih tinggi, Yefri yakin bahwa manfaat yang diperoleh pengguna lebih besar daripada biaya yang mereka bayarkan.
Baca: Tol Cimanggis-Cibitung Pangkas Waktu Tempuh Bogor-Cibitung hingga 45 Menit
Tarif tol Cimanggis-Cibitung diatur dalam Surat Keputusan Menteri PUPR No.1627/KPTS/M/2024, dengan rincian tarif sesuai golongan kendaraan dan jarak tempuh. Misalnya, kendaraan Golongan I dari GT Jatikarya Utama menuju GT Cibitung dikenakan biaya Rp48.500, sementara kendaraan Golongan V dikenakan tarif hingga Rp97.000.
Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,18 km ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang juga terhubung dengan Tol JORR 2, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di ruas tol dalam kota serta memangkas waktu tempuh perjalanan dari Kabupaten Bogor ke Cibitung dari 1-2 jam menjadi hanya 45 menit.
































