Kepala Perhutani KPH Madura, Akhmad Faizal, menyatakan bahwa pemetaan petak-petak hutan dengan potensi pengembangan agroforestri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kelestarian dan manfaat kawasan hutan. Melalui kerja sama ini, baik Perhutani maupun masyarakat diharapkan dapat memperoleh nilai tambah dan pendapatan yang saling menguntungkan.
- Advertisement -
Sebagai bagian dari program budidaya alpukat di kawasan hutan, proyek ini mencakup area seluas 0,50 hektar di petak 20, BKPH Madura Timur, RPH Sumenep. Sebanyak 70 bibit alpukat ditanam dengan jarak tanam 6×6 meter, dengan jenis alpukat Aligator, Markus, dan Miki. Dalam dua bulan, pohon-pohon tersebut telah mencapai ketinggian satu meter.
“Harapannya, budidaya alpukat ini bisa berkembang di petak-petak lainnya sehingga dapat tumbuh lebih baik dan menghasilkan yang diharapkan, sambil tetap mempertahankan prinsip pengelolaan hutan yang lestari,” ujar Faizal.
- Advertisement -
Di sisi lain, Rafik, salah satu investor, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Perhutani dalam menjalin kerja sama. “Kami siap bekerja sama dengan Perhutani KPH Madura dalam mengembangkan budidaya alpukat di hutan. Semoga ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar,” ujarnya.