InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa belanja pemerintah pusat yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat telah mencapai Rp640,9 triliun hingga akhir Mei 2024. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025, yang berlangsung di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.
“Ini semuanya dengan total Rp640,9 triliun hingga akhir Mei sudah kita cairkan pada tahun 2024,” ucapnya yang dilansir dari ANTARA.
Sri Mulyani menjabarkan, alokasi tersebut meliputi sejumlah program penting, salah satunya terkait perlindungan sosial (perlinsos) yang di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mendapatkan dana sebesar Rp14,2 triliun untuk 10 juta Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Sementara itu, program Kartu Sembako mendapatkan dana sebesar Rp22,3 triliun untuk 18,7 juta KPM.
Pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp56,6 triliun untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, termasuk pembangunan jalan, jembatan, rel kereta api, bandara, pelabuhan, bendungan, jaringan irigasi, SPAM, rumah susun, gedung pendidikan tinggi, dan kapasitas satelit.
Dalam program pendidikan, telah dikucurkan Rp7,1 triliun untuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 9,5 juta siswa, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Rp6,7 triliun kepada 813,7 ribu mahasiswa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pendidikan di bawah Kementerian Agama Rp5,2 triliun untuk 4,6 juta siswa, serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Rp875,5 miliar untuk 197 PTN.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan kepada Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) untuk 96,7 juta peserta dengan dana Rp19,3 triliun, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp6,6 triliun sebanyak 5,6 juta kilo liter (KL), lalu subsidi Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) Rp26,8 triliun sebanyak 2,7 juta Metrik Ton (MT).
Pada sektor pertanian, diberikan bantuan alat dan mesin pertanian (traktor, pompa air, hand sprayer, dan rice transplanter) sebesar Rp727,9 miliar dengan total 41.188 unit, dan 2,4 juta ton untuk pupuk bersubsidi.
Terakhir, subsidi diberikan terhadap sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2 juta debitur
“Belanja pemerintah akan terus dipusatkan dengan situasi dan tekanan yang muncul untuk semaksimal mungkin memberi manfaat pada masyarakat,” kata Menkeu.































