InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa penerimaan pajak hingga Maret 2024 telah mencapai 19,81% dari target APBN 2024, mencapai angka sebesar Rp393,91 triliun
Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada Jumat (26/4/2024), Sri Mulyani merinci bahwa PPh Non Migas mencatatkan kontribusi dalam jumlah sebesar Rp220,42 triliun, mencapai 20,73% dari target dengan pertumbuhan 0,10% year on year (yoy).
“Naik 0,1%, sangat tipis,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jakarta yang dilansir dari detik.com, Jumat (26/4/2024).
Setoran PPN dan PPnBM tercatat Rp 155,79 triliun. Pajak itu sebesar 19,20% dari target dan mengalami kenaikan 2,57% yoy.
Sementara, untuk PPh Migas tercatat Rp 14,53 triliun. Setoran tersebut 19,02% dari target, namun mengalami penurunan tajam hingga 18% secara yoy.
“Yang mengalami koreksi adalah PPh Migas yaitu Rp 14,53 triliun. Nanti kita lihat PPh Migas ini naik turunnya berdasarkan harga minyak dan nilai tukar, untuk kuartal I masih mengalami koreksi cukup dalam yaitu 18%. Namun ini totalnya sudah juga di atas 19% (dari target APBN),” terangnya.
Setoran PBB dan Pajak Lainnya tercatat Rp 3,17 triliun. Realisasi tersebut 8,39% dari target “Secara bruto naik 11%,” ujarnya.
































