InfoEkonomi.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) mencatatkan total aset yang diperoleh perseroan mencapai Rp103,85 triliun pada 2023. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,80%.
Selain itu, Bank Jatim juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp75,59 triliun di sepanjang 2023. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 2% dari tahun lalu yang sebesar Rp77,13 triliun.
Di sisi laba tahun berjalan, Bank Jatim mencatatkan sebesar Rp1,47 triliun pada tahun 2023. Mengutip laporan keuangan tahunan 2023 BJTM, angka itu turun 4,71% secara tahunan (yoy) dari laba sebesar Rp 1,54 triliun di tahun 2022.
Padahal, Bank Jatim mencatatkan kenaikan 6,9% yoy pada pendapatan bunga dan syariah menjadi Rp 7,36 triliun pada akhir tahun 2023. Seiring dengan kenaikan tersebut, beban bunga dan syariah juga membengkak 17,83% yoy menjadi Rp2,32 triliun.
Lantas, pendapatan bunga dan syariah bersih tercatat sebesar Rp 5,04 triliun, naik 2,52% dari sebesar Rp 4,92 triliun pada 2022.
BJTM juga mencatatkan jumlah pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 648,42 miliar pada akhir tahun 2023, naik 21,52% dari setahun sebelumnya sebesar Rp 533,57 miliar.
Sementara jumlah beban operasional lainnya pun ikut terkerek 9,25% menjadi Rp 3,83 triliun dari yang setahun sebelumnya Rp3,51 triliun. Laba operasional pun tercatat turun 4,42% menjadi Rp1,85 triliun pada tahun 2023.
Net interest margin (NIM) Bank Jatim pun tercatat naik menjadi 5,57% pada 2023, dari yang setahun sebelumnya 5,11%.
Pada fungsi intermediasi, bank mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 54,76 triliun pada 2023, naik 18,53% yoy dari yang sebelumnya Rp 46,19 triliun.
Kredit mikro pun mencatatkan peningkatan sebesar 44,02% yoy menjadi Rp 7,62 triliun. Diikuti dengan kredit ritel dan menengah naik 41,32% yoy menjadi Rp 6,64 triliun.
Dengan peningkatan penyaluran kredit tersebut, Bank Jatim berhasil memperbaiki kualitas kredit, yakni dengan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross turun menjadi 2,49% pada tahun 2023. Sebelumnya, NPL gross sebesar 2,83% di tahun 2022.
Lantas, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) pun tercatat sebesar 70,03% di tahun 2023, melesat dari yang setahun sebelumnya sebesar 56,50%.
Sumber: CNBC Indonesia
































