InfoEkonomi.ID – Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan mengungkap bahwa kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun ini dapat memperkuat pergerakan ekonomi ASEAN yang lebih baik lagi di masa depan. UOB juga menargetkan mampu menciptakan satu juta lapangan kerja di ASEAN.
Hendra Gunawan menjelaskan, hal tersebut dapat diwujudkan melalui salah satu kekuatan yang dimiliki yakni penyaluran Foreign Direct Invesment (FDI) atau Penanaman Modal Asing Langsung dan mendorong aktivitas perdagangan.
“Kami ingin mendapatkan wawasan untuk distigmatisasi hari ini tentang bagaimana fasilitasi pemerintah lintas negara dapat meningkatkan digital intra asean dan kawasan serta membangun industri dan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Hendra saat membuka UOB Gateway to ASEAN Conference 2023, Rabu, (11/10/2023).
Selain itu lanjut Hendra, sebagai One Bank For ASEAN, pihaknya berkomitmen untuk terus memainkan perannya dalam mendukung regulasi, pemerintah, investor hingga komunitas, demi menciptakan pertumbuhan di ASEAN. Baik dengan mendorong investasi langsung maupun lewat pendanaan.
Lewat hal itu, UOB pun memliki tujuan untuk bisa menciptakan satu juta lapangan kerja di seluruh ASEAN. Di mana pada bulan April, UOB menciptakan 6 ribu lapangan kerja untuk lebih dari 300 perusahaan.
“Di UOB, kami berkomitmen jangka panjang di kawasan ini dan menavigasi tantangan demi solusi yang lebih baik. Saya berharap acara ini dapat memberikan wawasan untuk membantu para pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis di negara dan wilayah dalam bernavigasi ke global,” jelasnya, dilansir dari CNBC Indonesia
Sekadar informasi, UOB Gateway to ASEAN Conference 2023 merupakan konferensi regional tahunan yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pemerintah dan mitra dagang, serta pakar dalam berbagai bidang untuk mengeksplorasi peluang pertumbuhan dan investasi bagi perusahaan yang melakukan bisnis antar/dan di dalam ASEAN.
Acara yang mengangkat tema utama ‘ASEAN Forging Ahead’ ini diselenggarakan hari ini dengan berbagai topik menarik seperti upaya memberikan nilai tambah pada komoditas, serta potensi ekonomi digital.

































