InfoEkonomi.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya yaitu, PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp18 triliun.
Selain Hutama Karya, BUMN lainnya yang ikut mendapatkan suntikan modal tersebut yaitu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 3,56 triliun, dan PT Wijaya Karya (WIKA) Rp6 triliun. Dengan ini total PNM yang disalurkan Pemerintah sebesar Rp28,16 triliun
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rionald Silaban. Rionald menuturkan, pemberian PMN sesuai dengan prosedur penyehatan pada masing-masing perusahaan.
“Untuk semester pertama tahun depan untuk tiga BUMN diharapkan bisa kita berikan PMN yaitu BPUI senilai Rp 3,56 triliun, WIKA karena ada prosedur tetap disetujui Rp 6 triliun, dan HK sebesar Rp 18,6 triliun. Total di atas Rp 28 triliun,” kata Rionald dalam konferensi pers APBN Kita di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Rabu (25/10).
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo mengatakan, sebagian besar penggunaan PMN tersebut untuk menyelesaikan jalan tol trans sumatra (JTTS) Tahap I.
Karena terdapat penambahan lingkup dan perkuatan struktur di ruas Padang – Sicincin dan Sigli – Aceh.
“Sementara PMN sejumlah Rp 12,5 triliun akan digunakan untuk menyelesaikan ruas-ruas jalan tol yang menjadi bagian dari PSN salah satunya tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung),” ujar Tjahjo dilansir dari Kontan, Kamis (26/10).































