Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan keberpihakan pemerintah kepada peternak kambing yang tengah menghadapi tekanan usaha akibat harga jual yang tak kunjung membaik. Dalam dialog bersama petani dan peternak di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (27/10/2026), Amran langsung merespons keluhan yang disampaikan peserta.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu peternak kambing bernama Tegar mengungkapkan bahwa harga jual ternaknya tidak mengalami kenaikan selama tiga tahun, sementara biaya pakan terus meningkat. Kondisi itu dinilai semakin membebani peternak dalam mempertahankan usahanya.
“Harga enggak pernah naik, Pak,” kata Tegar kepada Mentan Amran.
Mendengar keluhan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa selama kebutuhan pasar masih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, pemerintah harus mengutamakan hasil usaha peternak Indonesia. Ia memastikan pihaknya telah menutup pintu impor kambing dan domba.
“Satu kilo pun enggak boleh masuk kambing di Indonesia. Enggak boleh, itu perintah!” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran meminta pejabat terkait mengawasi pelaksanaan aturan tersebut. “Jangan ada lolos. Begitu ada usulan, buang!” ucapnya.
Selain menyoroti impor kambing dan domba, Amran turut meminta satuan tugas terkait memeriksa kemungkinan impor bahan baku konsentrat untuk pakan ternak. Menurutnya, persoalan biaya produksi perlu mendapat perhatian karena kenaikan harga pakan dapat semakin mempersempit ruang usaha peternak.
“Tolong, Pak Satgas cek semua yang impor bahan konsentrat,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran menegaskan, perlindungan terhadap peternak tidak boleh berhenti pada penyampaian aspirasi dalam forum pertemuan. Ia meminta jajaran teknis dan pihak terkait menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan melalui langkah nyata sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah, katanya, harus hadir untuk membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
“Kami tidak akan biarkan kalian sendiri,” tegas Mentan Amran.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelar rapat terbatas untuk membahas langkah perlindungan bagi peternak Indonesia. Mentan Amran meminta seluruh jajaran tidak mengabaikan kesulitan yang dialami peternak, terutama ketika mereka harus menghadapi tekanan harga jual dan biaya produksi secara bersamaan.
“Enggak boleh main-main, kami sudah ratas kemarin, kami minta kita bela peternak Indonesia, kita bela tidak boleh dibiarkan jalan sendiri,” tuturnya.
Respons Mentan Amran terhadap keluhan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan petani dan peternak yang hadir. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai “Bapak Peternak Indonesia” karena dinilai bersedia mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Amran menegaskan bahwa orientasi kebijakan pemerintah harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk peternak yang menggantungkan penghidupan dari usaha ternak.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































