Ketika menunaikan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram, jemaah tidak hanya akan melihat Ka’bah sebagai pusat pelaksanaan tawaf. Di sekitar Ka’bah terdapat sejumlah tempat yang memiliki sejarah dan kedudukan penting dalam Islam, di antaranya Multazam, Hijr Ismail, dan Maqam Ibrahim.
Ketiganya berada di kawasan yang sangat dekat dengan Ka’bah, tetapi memiliki letak, sejarah, dan kaitan ibadah yang berbeda. Mengetahui perbedaannya dapat membantu jemaah memahami kawasan Masjidil Haram sekaligus menjalankan ibadah dengan lebih tertib.
Lalu, apa itu Multazam, Hijr Ismail, dan Maqam Ibrahim? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Multazam?Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Saudipedia, yang merujuk pada sumber dari otoritas pengelola Masjidil Haram, menjelaskan bahwa Multazam terletak pada sisi timur Ka’bah, tepat di antara sudut tempat Hajar Aswad berada dan pintu Ka’bah.
Nama Multazam berasal dari kata Arab yang berkaitan dengan makna “melekat” atau “berpegang erat”. Penamaan ini berhubungan dengan praktik sebagian sahabat yang berdoa dengan mendekatkan dada, wajah, dan tangan pada bagian tersebut. Riwayat mengenai praktik ini menjadi dasar pembahasan para ulama mengenai berdoa di Multazam.
Di Mana Letak Multazam?Jika menghadap langsung ke pintu Ka’bah, Multazam berada pada bidang dinding di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad.
Namun, penting untuk memahami bahwa mendatangi Multazam bukan bagian wajib dari haji atau umrah. Jemaah juga tidak perlu memaksakan diri mendekati Multazam apabila kondisi di sekitar Ka’bah sangat padat.
Berdoa tetap dapat dilakukan dari tempat lain di Masjidil Haram tanpa harus berdesakan atau mengganggu jemaah yang sedang melaksanakan tawaf.
Apa Itu Hijr Ismail?Apa Itu Hijr Ismail?Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran atau seperti bulan sabit yang berada di sisi utara Ka’bah. Area ini dibatasi oleh dinding rendah melengkung yang mudah dikenali dari area tawaf.
Di Mana Letak Hijr Ismail?Hijr Ismail berada menempel pada sisi utara Ka’bah, di bawah arah pancuran air Ka’bah atau Mizab. Bentuknya berupa dinding melengkung dengan akses terbuka pada kedua sisinya.
Mengapa Hijr Ismail Dianggap Bagian dari Ka’bah?Hijr Ismail Dianggap Bagian dari Ka’bah?Kedudukan Hijr sebagai bagian dari Ka’bah memiliki dasar hadis yang kuat.
Aisyah RA pernah menyampaikan keinginannya untuk masuk ke dalam Ka’bah dan melaksanakan salat di sana. Rasulullah SAW kemudian mengarahkannya untuk salat di Hijr dan menjelaskan bahwa area tersebut merupakan bagian dari Ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ketika kaum Quraisy membangun kembali Ka’bah. Riwayat ini terdapat antara lain dalam Jami’ at-Tirmidzi dan dinilai hasan sahih.
Riwayat lain dalam Sahih al-Bukhari juga menjelaskan bahwa ketika kaum Quraisy membangun kembali Ka’bah, dikutip dari Saudipedia, sebagian fondasi Ka’bah tidak dimasukkan ke dalam bangunan seperti bentuk asalnya.
Karena itu, jemaah yang melakukan tawaf harus mengelilingi bagian luar Hijr Ismail, bukan berjalan melaluinya. Memotong jalur tawaf melewati bagian dalam Hijr berarti tidak mengelilingi seluruh bagian Ka’bah.
Apa Keistimewaan Hijr Ismail?Salah satu keistimewaan utama Hijr Ismail adalah statusnya sebagai bagian dari Ka’bah.
Dalam hadis Aisyah RA, Rasulullah SAW mengarahkan beliau untuk salat di Hijr ketika ingin melaksanakan salat di dalam Ka’bah.
Karena itu, banyak jemaah memanfaatkan kesempatan untuk salat dan berdoa di dalam Hijr apabila kondisinya memungkinkan.
Namun, seperti halnya Multazam, jemaah sebaiknya tidak berdesakan atau memaksakan diri ketika area penuh. Menjaga ketertiban dan tidak mengganggu jemaah lain tetap perlu menjadi perhatian.
Apa Itu Maqam Ibrahim?Mendengar kata “maqam”, sebagian orang mungkin membayangkan sebuah makam. Namun, Maqam Ibrahim bukanlah makam Nabi Ibrahim AS.
Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berpijak ketika membangun Ka’bah. Batu tersebut kini berada di dalam pelindung transparan yang dapat dilihat jemaah di area mataf, tidak jauh dari Ka’bah.
Pada batu tersebut terdapat jejak yang secara tradisi dan sumber sejarah Islam dikaitkan dengan bekas pijakan Nabi Ibrahim AS saat meninggikan bangunan Ka’bah.
Di Mana Letak Maqam Ibrahim?Maqam Ibrahim berada di sisi timur Ka’bah, menghadap bagian pintu Ka’bah dan Multazam. Saat ini batu tersebut dilindungi oleh struktur transparan sehingga tetap dapat terlihat oleh jemaah tanpa harus menyentuhnya.
Lokasinya berada di area tempat jemaah melakukan tawaf, sehingga arus jemaah di sekitarnya biasanya cukup padat.
Apa Keistimewaan Maqam Ibrahim?Maqam Ibrahim memiliki kedudukan khusus karena disebut secara langsung dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125:
“…Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat salat…”
Ayat tersebut menjadi dasar pelaksanaan salat dua rakaat setelah tawaf, yang dianjurkan dilakukan dengan posisi Maqam Ibrahim berada di antara orang yang salat dan Ka’bah apabila kondisi memungkinkan.
Meski demikian, salat setelah tawaf tidak harus dilakukan tepat di belakang atau sangat dekat dengan Maqam Ibrahim. Ketika kondisi padat, jemaah dapat melaksanakannya di lokasi lain di Masjidil Haram agar tidak menghambat jalur tawaf.
Perbedaan Multazam, Hijr Ismail, dan Maqam IbrahimWalaupun sama-sama berada di sekitar Ka’bah, ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.
Multazam merupakan bagian dinding Ka’bah yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah serta dikenal sebagai tempat berdoa dan bermunajat.
Hijr Ismail merupakan area setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah. Berdasarkan hadis Nabi SAW, sebagian wilayah di dalam Hijr termasuk bagian dari Ka’bah yang tidak masuk ke dalam bangunan ketika Quraisy melakukan pembangunan kembali.
Sementara itu, Maqam Ibrahim merupakan batu yang berkaitan dengan proses pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim AS. Tempat ini juga disebut secara khusus dalam Al-Qur’an berkaitan dengan pelaksanaan salat setelah tawaf.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Beribadah di Sekitar Ka’bahMultazam, Hijr Ismail, dan Maqam Ibrahim memiliki nilai sejarah dan kaitan ibadah yang penting. Namun, jemaah tetap perlu memperhatikan situasi di Masjidil Haram.
Saat musim haji atau periode umrah yang ramai, area di sekitar Ka’bah dapat dipenuhi ribuan jemaah. Karena itu, hindari memaksakan diri untuk menyentuh Multazam, masuk ke Hijr Ismail, atau salat tepat di belakang Maqam Ibrahim apabila kondisi tidak memungkinkan.
Tujuan utama ibadah bukan sekadar mencapai titik tertentu, melainkan menjalankan tuntunan ibadah dengan tertib sambil tetap menjaga keselamatan dan hak jemaah lain.
Mengenal Tempat Bersejarah Membantu Memahami Perjalanan IbadahMengetahui apa itu Multazam, Hijr Ismail, dan Maqam Ibrahim dapat membantu jemaah memahami bahwa kawasan di sekitar Ka’bah menyimpan jejak panjang sejarah tauhid dan perjalanan Nabi Ibrahim AS.
Multazam dikenal sebagai tempat untuk bermunajat, Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah berdasarkan keterangan Nabi SAW, sedangkan Maqam Ibrahim menjadi pengingat proses pembangunan Ka’bah dan disebut langsung dalam Al-Qur’an sebagai tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan salat.
Dengan memahami letak serta keterangannya berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, jemaah dapat menjalani ibadah haji maupun umrah dengan pengetahuan yang lebih baik tanpa harus memaksakan amalan yang tidak diwajibkan.
Mari mulai ikhtiarkan perjalanan ke Tanah Suci bersama Rindu Haji Bank Muamalat untuk dapat mengunjungi langsung Multazam, Hijr Ismail, dan Maqam Ibrahim secepatnya. InsyaAllah.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































