Bank Sultra menyalurkan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi dengan total plafon Rp20,55 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara.
Pembiayaan tersebut ditujukan kepada pelaksana proyek infrastruktur kawasan pesisir yang menjadi bagian dari program strategis nasional pemerintah.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan dukungan pembiayaan itu merupakan bagian dari peran bank pembangunan daerah dalam membantu pelaksanaan program pemerintah, terutama pembangunan infrastruktur pesisir.
“Dukungan pendanaan melalui Kredit Modal Kerja Konstruksi ini merupakan komitmen nyata kami agar para pelaksana proyek dapat menyelesaikan pengerjaan fisik secara tepat waktu dan berkualitas,” kata Andri.
Berdasarkan data Bank Sultra, sebanyak lima proyek KNMP di Sulawesi Tenggara telah dilayani melalui fasilitas kredit dengan total plafon Rp7,6 miliar. Proyek tersebut tersebar di Kabupaten Buton Utara, Muna Barat, Muna, Buton Tengah, dan Buton.
Sementara itu, pembiayaan untuk empat proyek lainnya masih dalam proses dengan total plafon Rp12,95 miliar. Proyek-proyek tersebut berada di Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Wakatobi, Muna, Konawe, Kolaka, dan Kolaka Utara.
Secara keseluruhan, Bank Sultra telah dan sedang memproses pembiayaan untuk sembilan proyek dengan plafon mencapai Rp20,55 miliar. Fasilitas tersebut merupakan kredit modal kerja konstruksi bagi pelaksana proyek, bukan bantuan tunai langsung kepada nelayan.
Program pembangunan KNMP berada di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Secara nasional, program tersebut memiliki alokasi anggaran sebesar Rp4,946 triliun.
Khusus di Sulawesi Tenggara, tercatat 19 paket proyek telah berkontrak dengan total nilai mencapai Rp203,77 miliar. Pembangunan tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur kawasan pesisir dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat nelayan.
Andri mengatakan penyelesaian pembangunan KNMP diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan pesisir serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.
“Dengan selesainya pembangunan infrastruktur KNMP di Sultra, kami optimistis konektivitas dan roda perekonomian masyarakat nelayan akan tumbuh serta memperkuat daya saing sektor ekonomi biru di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Melalui pembiayaan konstruksi tersebut, Bank Sultra menyatakan akan terus mendukung proyek produktif yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Dukungan itu menjadi bagian dari kemitraan antara perbankan, pemerintah, dan pelaksana proyek dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pesisir.
Meski demikian, dampak pembangunan KNMP terhadap kesejahteraan nelayan akan bergantung pada penyelesaian proyek, pemanfaatan fasilitas, serta pengelolaan infrastruktur setelah dibangun. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari nilai investasi dan jumlah proyek, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat pesisir.
































