PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Mandiri Taspen, dan PT Pegadaian menghadirkan sejumlah program sosial dan lingkungan bagi masyarakat Banda Neira, Maluku Tengah, melalui kolaborasi BUMN yang diresmikan pada Jumat (4/9) lalu.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Triswahyu Herlina yang didampingi Vice President Treasury dan TJSL PELNI Sayyidah Sarah Ghaida serta Kepala Cabang PELNI Ambon Robbie Ahmansyah turut hadir dalam peresmian program yang menjadi bentuk nyata kolaborasi BUMN dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam rangkaian program tersebut, kolaborasi BUMN menghadirkan penanaman 500 bibit pala untuk 30 petani, pembangunan satu ruang belajar, dukungan pengelolaan sampah, serta pemeriksaan mata bagi 100 lansia di Banda Neira.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Triswahyu Herlina atau akrab disapa Ina mengatakan kolaborasi antar-BUMN menjadi langkah penting untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya melalui program yang tidak hanya bersifat bantuan tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang.
“Bagi PELNI, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan bersama dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Banda Neira, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, lingkungan maupun sosial,” ujar Ina.
Ina menambahkan bahwa program-program tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI yang diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan melalui pilar sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Penanaman bibit pala diharapkan dapat mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas lokal. Sementara itu, pembangunan ruang belajar menjadi bagian dari upaya mendukung akses pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi muda. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 15 tentang Ekosistem Daratan.
Sebagai perusahaan yang memiliki kedekatan dengan wilayah pesisir dan laut, PELNI juga memandang pengelolaan lingkungan sebagai bagian penting dari keberlanjutan. Melalui dukungan pengelolaan sampah, program kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi dampak sampah terhadap ekosistem pesisir dan laut. Program tersebut sejalan dengan SDGs nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDGs nomor 14 tentang Ekosistem Laut.
Di sisi sosial, pemeriksaan mata bagi 100 lansia menjadi bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup masyarakat. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat lanjut usia memperoleh pemeriksaan kesehatan mata secara lebih mudah dan mendukung peningkatan kualitas hidup penerima manfaat, sejalan dengan SDGs nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang diberikan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Bibit pala dapat dirawat, ruang belajar dapat digunakan secara optimal, pengelolaan sampah dapat terus berjalan, dan layanan kesehatan dapat memberikan manfaat bagi para penerima,” tambah Ina.
Melalui kolaborasi tersebut, PELNI berharap sinergi antar-BUMN dapat terus diperkuat untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Seluruh Program TJSL PELNI mengacu pada pilar SDG’s atau Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa dan telah diadopsi oleh BP BUMN ke dalam Program TJSL di seluruh perusahaan BUMN. Selain sosial, pilar TJSL PELNI disusun atas pilar ekonomi, lingkungan, dan tata kelola hukum.































