MRT Jakarta Bukan Sekadar Transportasi, Kini Jadi Penggerak Ekonomi dan Investasi

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi salah satu panelis dalam MRT East—West Corridor Partnership Forum pada Kamis (3-9-2026) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat. Direktur Farchad menyebutkan bahwa MRT Jakarta dapat dikatakan sebagai koridor ekonomi DKI Jakarta karena kehadirannya yang menghubungkan simpul-simpul mobilitas dan mengintegrasikan pusat-pusat kegiatan ekonomi seperti kawasan komersial, hunian, ruang-ruang publik, dan peluang investasi.

Lebih dari itu, ia menambahkan, bahwa melalui perannya sebagai operator utama pengembangan kawasan berorientasi transit, MRT Jakarta telah menjadi katalis peningkatan nilai kawasan, investasi, penciptaan lapangan kerja di sepanjang jalur yang dilewatinya. “Kami telah belajar selama tujuh tahun terakhir ini mengoperasikan MRT Jakarta bahwa integrasi antara stasiun dan bangunan di sekitar, termasuk memperbaiki fasilitas pendukungnya, telah berhasil mewujudkan interkoneksi antarmoda yang secara konsisten menaikkan angka keterangkutan MRT Jakarta,” ungkap Direktur Farchad.

Bersama Direktur Farchad, hadir sebagai panelis dalam forum ini Industry Expert, Manmohan Parkash, Wakil Direktur Pengembangan dan Peningkatan Jaringan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Joyce Hutajulu, Transport Coordinator of Deputy of Infrastructure Bappenas, Handhi Setiawan, serta Country Leader ARUP, Silvia Halim.

Dalam forum diskusi yang mengusung tema Creating Shared Value Along the MRT East-West Corridor ini, diikuti oleh perwakilan dari kementerian, pengembang properti, hingga pelaku industri. Tujuannya ialah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, mendorong kesatuan pemahaman terhadap berbagai kesempatan ekonomi di lin timur barat MRT hingga menunjukkan keberhasilan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) terhadap pembangunan kota.

Selain itu, forum ini juga merupakan langkah untuk memperkuat komitmen dan membuka berbagai peluang kolaborasi dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

MRT lin timur barat direncanakan akan membentang sepanjang sekitar 84 kilometer melewati tiga provinsi, yaitu Cikarang, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Balaraja, Banten. Lin ini merupakan salah satu proyek sistem perkeretaapian modern perkotaan yang didesain untuk mendorong mobilitas, memperkuat konektivitas, serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi Jakarta dan kota-kota di sekitarnya.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img