ILDEX Indonesia 2026 Jadi Momentum Transformasi Peternakan Nasional

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong transformasi subsektor peternakan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, pemanfaatan teknologi, penguatan investasi, dan hilirisasi. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan peternakan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi peternak serta masyarakat.

Arah tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (16/9/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 Tahun 2026 dengan tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Momentum 190 tahun peternakan dan kesehatan hewan menjadi pijakan untuk melihat pembangunan subsektor ini ke depan. Setelah membangun fondasi produksi dalam negeri, Indonesia perlu memperkuat produktivitas, teknologi, investasi, hilirisasi, dan akses pasar agar peternakan nasional semakin mandiri, modern, dan berdaya saing.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan yang diwakili oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, mengatakan bahwa capaian produksi peternakan nasional menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Makmun menyebut keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam dan telur ayam, sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan peternak.

“Swasembada bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk naik kelas. Kita harus terus meningkatkan produksi, produktivitas, investasi, hilirisasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas agar manfaat pembangunan peternakan semakin dirasakan peternak dan masyarakat,” ujar Makmun dalam sambutannya.

Menurut dia, pembangunan peternakan ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada produksi. Ekosistem usaha perlu dibangun secara terintegrasi sehingga peternak, industri, teknologi, dan pasar dapat tumbuh bersama.

“Peternakan bukan hanya tentang produksi, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat peternak semakin kuat, industri berkembang, dan masyarakat mendapatkan akses protein hewani berkualitas,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, ILDEX Indonesia 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan peternakan nasional dengan perkembangan teknologi dan inovasi dari berbagai negara. Teknologi produksi, kesehatan hewan, pakan, manajemen usaha, hingga pengolahan hasil peternakan menjadi bagian dari perkembangan yang dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai kebutuhan di dalam negeri.

ILDEX Indonesia 2026 menghadirkan 192 perusahaan dari 22 negara, terdiri atas 83 perusahaan Indonesia dan 109 perusahaan internasional. Kehadiran pelaku industri tersebut membuka ruang untuk memperluas jejaring usaha, pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, dan penjajakan investasi di sektor peternakan.

Penguatan ekosistem peternakan juga membutuhkan dukungan daerah. Pemerintah Provinsi Banten melihat posisi strategis wilayahnya sebagai salah satu daerah yang memiliki dukungan kawasan industri, infrastruktur transportasi, pelabuhan, serta kedekatan dengan pusat konsumsi.

Keunggulan tersebut membuka peluang bagi Banten untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai produksi, pengolahan, dan distribusi pangan nasional.

“Banten tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi menjadi bagian dari rantai produksi dan investasi pangan nasional,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sekaligus Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Perspektif daerah tersebut menunjukkan bahwa transformasi peternakan tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dalam menyediakan ekosistem yang mendukung produksi dan investasi.

Dari sisi internasional, Direktur VNU Exhibition Asia Pacific, Duangdej Yuaikwarmdee, menilai kolaborasi lintas negara dan lintas sektor menjadi salah satu kunci agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi peternakan.

Menurutnya, teknologi yang diperkenalkan melalui ILDEX perlu memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha hingga kesehatan hewan dan keberlanjutan industri.

“Ketika peternak, pelaku usaha, dan penyedia teknologi bertemu, inovasi dapat bergerak dari ruang pamer menuju peternakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Permata Kreasi Media, Fitri Nursanti, mengatakan ILDEX Indonesia 2026 memiliki arti penting karena menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 tahun 2026.

“ILDEX bukan hanya tempat melihat teknologi, tetapi ruang untuk membangun koneksi dan kolaborasi. Di sini pemerintah, peternak, industri, akademisi, dan dunia internasional bertemu untuk mencari solusi bagi masa depan peternakan,” ujarnya.

Pada akhirnya, transformasi peternakan nasional membutuhkan keterhubungan antara produksi, teknologi, investasi, hilirisasi, dan pasar. Keterhubungan tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat daya saing industri sekaligus memastikan peternak menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekosistem peternakan nasional.

Dengan fondasi produksi yang semakin kuat dan kolaborasi lintas sektor yang terus diperluas, pembangunan peternakan diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat kesejahteraan peternak Indonesia.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img