Pernahkah Anda merasa uang Rp100 juta dulu terasa sangat besar, tetapi sekarang tidak lagi?
Dua puluh tahun lalu, uang sebesar itu mungkin sudah cukup untuk membeli sebuah rumah sederhana di beberapa daerah. Hari ini, nominal yang sama mungkin bahkan belum cukup untuk uang muka rumah di kota-kota besar.
Hal serupa juga terjadi pada biaya pendidikan, pernikahan, hingga ibadah haji. Angkanya terus berubah seiring waktu.
Yang berubah bukan hanya harga berbagai kebutuhan, tetapi juga daya beli uang yang kita miliki.
Inilah alasan mengapa semakin banyak orang mulai memikirkan bukan hanya cara mengumpulkan uang, tetapi juga cara menjaga nilainya.
Akibatnya, uang yang disimpan dalam jumlah yang sama belum tentu mampu membeli barang atau jasa yang sama di masa depan.
Misalnya, biaya kuliah yang saat ini berkisar Rp150 juta hingga lulus bisa saja meningkat menjadi lebih dari Rp250 juta dalam belasan tahun mendatang. Biaya pernikahan yang hari ini berada di kisaran Rp200 juta juga berpotensi menjadi jauh lebih tinggi lima hingga sepuluh tahun lagi.
Karena itu, menyiapkan kebutuhan jangka panjang bukan hanya soal disiplin menabung, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana menjaga nilai dana tersebut.
Sebagai gambaran:
| Periode | Perkiraan Harga Emas per Gram |
| Sekitar 20 tahun lalu (2007) | ± Rp230.000–Rp250.000 |
| Sekitar 10 tahun lalu (2016) | ± Rp550.000–Rp650.000 |
| Pertengahan 2026 | Sekitar Rp2,6 juta per gram (Antam) |
Artinya, dalam rentang sekitar dua dekade, harga emas telah mengalami kenaikan berkali-kali lipat. Kenaikan historis ini menjadi salah satu alasan mengapa emas sering dipilih sebagai aset untuk membantu menjaga daya beli dalam jangka panjang. Namun, perlu diingat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan harga emas dapat naik maupun turun.
Begitu pula dengan tidak adanya pihak yang bisa memastikan berapa biaya kuliah anak Anda, biaya pernikahan, atau biaya hidup 10 hingga 20 tahun dari sekarang.
Namun, ada satu hal yang hampir selalu terjadi, yakni harga kebutuhan cenderung meningkat seiring waktu.
Karena itu, daripada mencoba menebak berapa harga emas nanti, pendekatan yang lebih realistis adalah mulai membangun aset sejak dini agar memiliki peluang lebih besar menjaga daya beli terhadap kenaikan biaya hidup.
Dengan kata lain, fokusnya bukan mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
- Biaya Pendidikan Anak
Saat anak masih kecil, biaya kuliah terasa masih sangat jauh.
Padahal, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mengalami kenaikan biaya secara konsisten. Makin lama menunda persiapan, makin besar dana yang perlu disisihkan ketika waktunya makin dekat. - Pernikahan Anak
Momen bahagia ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Harga gedung, katering, dekorasi, dokumentasi, hingga kebutuhan lainnya terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun.
Jika hari ini Anda memperkirakan membutuhkan Rp200 juta, besar kemungkinan nominal tersebut sudah berbeda ketika hari pernikahan benar-benar tiba. - Persiapan Haji
Selain waktu tunggu, perjalanan menuju Baitullah juga membutuhkan perencanaan finansial yang matang.
Makin awal dana dipersiapkan, makin besar kesempatan untuk membangun aset yang dapat membantu menjaga nilainya hingga waktu pelunasan.
Selama bertahun-tahun, emas dikenal sebagai salah satu aset yang digunakan masyarakat di berbagai negara untuk membantu menjaga nilai kekayaan ketika terjadi inflasi maupun ketidakpastian ekonomi.
Itulah sebabnya emas lebih sering diposisikan sebagai pelindung nilai, bukan semata-mata instrumen untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat.
Banyak orang memahami manfaat emas, tetapi merasa harus menunggu sampai memiliki dana puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Padahal, makin lama menunggu, harga emas sendiri juga bisa berubah. Oleh karena itu, memulai lebih awal sering kali menjadi pilihan yang lebih baik dibanding terus menunggu waktu yang dianggap paling tepat.
Melalui Solusi Emas Hijrah dari Bank Muamalat, Anda dapat memiliki emas melalui pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
Dengan skema angsuran dan tenor hingga 10 tahun, Anda tidak perlu menunggu seluruh dana terkumpul untuk mulai membangun aset.
Solusi ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan jangka panjang, seperti:
- Pendidikan anak
- Pernikahan anak
- Persiapan dana haji
- Tujuan keuangan lainnya
Dengan mulai lebih awal, Anda memiliki kesempatan membangun aset secara bertahap sambil menyesuaikan angsuran dengan kemampuan finansial.
Tidak ada yang tahu pasti berapa harga emas 10 atau 20 tahun lagi.
Namun, melihat perjalanan ekonomi selama puluhan tahun, kita belajar satu hal penting bahwa harga berbagai kebutuhan cenderung terus meningkat, sehingga nilai uang yang kita simpan hari ini belum tentu memiliki daya beli yang sama di masa depan.
Karena itu, selain disiplin menabung, memiliki aset yang dapat membantu menjaga nilainya menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































