Kementan Dorong Peternak Ayam Petelur Mandiri Lewat Pelatihan Formulasi Pakan di Probolinggo

Bagi peternak ayam petelur, biaya pakan bisa mencapai lebih dari 70 persen dari total biaya produksi. Ketika harga bahan baku berfluktuasi, keuntungan peternak ikut tertekan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memilih memperkuat kemampuan peternak untuk meracik pakan sendiri agar biaya produksi lebih efisien tanpa mengurangi produktivitas ternak.

 

Langkah tersebut dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bagi peternak ayam petelur mandiri di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diikuti peternak dengan populasi sekitar 3.500 hingga 5.000 ekor dan menjadi bagian dari dukungan Kementan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).

 

Selama pelatihan, peternak dibekali kemampuan menyusun formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi ayam, menghitung komposisi bahan baku secara efisien, mengelola stok pakan, hingga mengambil keputusan yang tepat ketika harga telur maupun bahan baku mengalami perubahan. Dengan kemampuan tersebut, peternak diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga menjaga produktivitas dan keberlanjutan usahanya.

 

Koordinator Pakan Hijauan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Sapta Priyana Amin, mengatakan kemampuan menyusun formulasi pakan menjadi salah satu kunci meningkatkan efisiensi usaha peternakan, terutama ketika harga bahan baku mengalami perubahan.

 

“Formulasi pakan harus disesuaikan dengan konsumsi harian ayam agar kebutuhan nutrisi tetap tercapai. Prinsip ini penting untuk menjaga performa produksi dan efisiensi pakan,” ujar Sapta.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun peternakan yang semakin mandiri melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Peternak yang mampu menyusun formulasi pakan secara mandiri akan lebih siap menghadapi dinamika harga bahan baku sekaligus meningkatkan daya saing usahanya.

 

Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Bina Usaha Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Fajar Rahadiyanto. Menurutnya, pelatihan tersebut membantu peternak memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia untuk menghasilkan pakan yang berkualitas sekaligus lebih ekonomis.

 

Fajar berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dengan materi yang semakin aplikatif, termasuk pelatihan praktik pencampuran bahan pakan bagi operator kandang sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peternak memperoleh pengetahuan baru mulai dari menghitung kebutuhan nutrisi ayam, menyusun formulasi pakan sesuai fase produksi, hingga menghitung biaya pakan secara lebih efisien yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

 

Akademisi sekaligus Dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Ali Mahmud, yang menjadi narasumber, menilai kemampuan menyusun formulasi pakan merupakan investasi penting bagi keberlanjutan usaha peternakan.

 

“Saya berharap peternak pulang membawa satu bekal ilmu menghitung dan menyusun formulasi pakan yang tepat sehingga biaya produksi lebih efisien, produktivitas tetap terjaga, dan keuntungan usaha semakin meningkat,” kata Ali.

 

Bagi Kementerian Pertanian, peningkatan produktivitas peternak tidak hanya ditentukan oleh penambahan populasi ternak, tetapi juga oleh kemampuan mengelola biaya produksi secara efisien. Karena itu, penguatan kompetensi peternak terus menjadi bagian penting dalam pembangunan subsektor peternakan.

 

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, akademisi, dan pelaku usaha, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan semakin memperkuat kemandirian peternak dalam memanfaatkan bahan baku lokal, menekan biaya produksi, meningkatkan keuntungan usaha, sekaligus memperkuat daya saing industri perunggasan nasional.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img