Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat produksi pangan asal ternak sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satu fokus yang dipercepat adalah pengembangan ayam petelur di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, agar kebutuhan telur masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Pengembangan tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan antara DPRD Kabupaten Tabalong dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian pada Selasa (21/7/2026). Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi telur, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Kabupaten Tabalong saat ini masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan telur ayam ras. Pada 2025, populasi ayam petelur tercatat sebanyak 66.861 ekor dengan produksi sekitar 7,75 juta butir telur per tahun. Sementara kebutuhan masyarakat mencapai 45,48 juta butir, sehingga produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar pasokan telur masih didatangkan dari luar daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Riza Fahlipi, mengatakan peningkatan populasi ayam petelur menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi peternak.
“Kami berharap berbagai masukan dan rekomendasi dari Ditjen PKH dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun langkah pengembangan peternakan ayam petelur. Harapannya, kebutuhan telur masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat terus dikurangi,” ujar Riza Fahlipi.
Menurut Riza, pengembangan ayam petelur juga akan mendukung percepatan penurunan stunting, menjaga stabilitas harga pangan, serta mengendalikan inflasi di daerah melalui peningkatan pasokan telur dari produksi lokal.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Substansi Perencanaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Aslila Ramadani Daulay, menjelaskan bahwa pengembangan subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Selain menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat, subsektor peternakan juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, perluasan peluang usaha, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Aslila menambahkan bahwa arah pembangunan peternakan yang tertuang dalam RPJMN dan Rencana Strategis Ditjen PKH sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, setiap daerah didorong mengembangkan komoditas peternakan sesuai potensi yang dimiliki.
“Kalimantan Selatan memiliki modal yang cukup baik untuk mendukung pengembangan peternakan unggas, di antaranya telah tersedianya pabrik pakan serta potensi lahan yang luas untuk pengembangan jagung sebagai bahan baku pakan. Potensi tersebut menjadi kekuatan yang dapat dioptimalkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha agar mampu meningkatkan produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak,” ujar Aslila.
Bagi Kementerian Pertanian, pengembangan ayam petelur tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui penyediaan bibit unggul, pakan yang berkualitas, penerapan manajemen budidaya yang baik, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan usaha peternakan yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan peternak, Kementerian Pertanian optimistis Kabupaten Tabalong dapat meningkatkan produksi telur secara bertahap sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari produksi daerah sendiri. Upaya ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas pasokan dan harga, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































